Klaim Bobibos: Minat Investasi Melonjak, Banyak Pelaku Usaha Antusias Bergabung

2026-02-04 22:47:52
Klaim Bobibos: Minat Investasi Melonjak, Banyak Pelaku Usaha Antusias Bergabung
BOGOR, — Pembahasan mengenai bahan bakar nabati Bobibos kembali mencuat setelah rangkaian uji coba dan pemaparan teknisnya menarik perhatian luas, bahkan memicu minat dari berbagai pelaku usaha yang melihat peluang besar di tengah kebutuhan akan sumber energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.Menurut Mulyadi, anggota DPR RI fraksi Gerindra, antusiasme dari dunia usaha kini datang dalam skala yang jauh lebih besar dari perkiraan.Baca juga: Keunggulan Bobibos Dibandingkan BBM Konvensional Menurut Pengembang“Bahkan ya memang ribuan asosiasi pengusaha yang punya pertamini, ribuan ingin gabung,” ujarnya di Bogor, Selasa .Mulyadi mengungkapkan bahwa respons positif tidak hanya datang dari pelaku usaha kecil, tetapi juga dari institusi besar.“Saya juga sudah dihubungi oleh Pak Dirut Pertamina, Pak Simon, beliau langsung, dan alhamdulillah beliau juga respons ini di media sangat positif,” kata Mulyadi.Ia menegaskan bahwa pendekatan Pertamina terhadap inovasi ini tidak bersifat kompetitif, melainkan kolaboratif.Bobibos BBM Bobibos“Intinya beliau bilang Bobibos bukan kompetitor, tapi kita bisa berkolaborasi untuk menjadi opsi sumber energi buat masyarakat Indonesia,” katanya.Meski demikian, pengembangan Bobibos saat ini masih berada pada tahap uji dan pembahasan teknis.Sejumlah aspek seperti skala produksi, ketersediaan bahan baku berkelanjutan, hingga kesiapan infrastruktur distribusi disebut masih perlu disiapkan sebelum dapat diterapkan secara luas.Baca juga: Tanpa Kredit dan Cicilan, Jetour Dashing Bisa Dimiliki Lewat DepositoDengan semakin banyaknya pengusaha yang menunjukkan minat, ekosistem produksi dan distribusi Bobibos diprediksi dapat berkembang lebih cepat, meski implementasinya tetap bergantung pada hasil uji lanjutan serta kesiapan industri pendukungnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-04 22:18