Lenovo Rilis Desktop ThinkCentre dan Monitor ThinkVision Generasi Baru di Indonesia

2026-01-14 10:01:46
Lenovo Rilis Desktop ThinkCentre dan Monitor ThinkVision Generasi Baru di Indonesia
- Lenovo resmi membawa desktop ThinkCentre M Series Gen 6 dan monitor ThinkVision T Series Gen 40 ke Indonesia.Keduanya hadir sebagai perangkat bisnis generasi baru yang dirancang untuk mendukung kebutuhan kerja modern, terutama yang membutuhkan kemampuan kecerdasan buatan (AI).Lenovo menghadirkan sejumlah pilihan desktop, mulai dari model tower, compact, hingga all-in-one (AIO). Juga monitor dengan fitur konektivitas lengkap untuk memudahkan pekerjaan profesional."Hampir semua bisnis percaya bahwa perangkat bertenaga AI meningkatkan produktivitas karyawan, dan berdasarkan survei terbaru dari Lenovo dan IDC global, 90 persen dari bisnis-bisnis tersebut sudah melakukan eksplorasi, perencanaan, atau uji coba peluncuran PC bertenaga AI," ujar Johnson Jia, Senior Vice President of Intelligent Devices Group’s Global Innovation Center Lenovo dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.Desktop ThinkCentre M Series Gen 6 hadir dengan kemampuan komputasi kuat untuk mendukung berbagai pekerjaan berat, seperti pelatihan model AI, desain 3D, dan analisis data.Baca juga: ThinkStation PGX Rilis di Indonesia Bulan Depan, PC AI Mungil dari LenovoModel tower seperti ThinkCentre M90t Gen 6 dilengkapi prosesor Intel vPro Enterprise dengan kemampuan AI, memori DDR5, serta delapan slot ekspansi jika ingin di-upgrade di kemudian hari.Untuk pengguna dengan ruang kerja yang lebih kecil, Lenovo menyediakan model ringkas berukuran 1 liter. Dengan ukuran tersebut, desktop ini bisa "disembunyikan" di balik monitor atau bahkan di dalam laci.Salah satu modelnya, ThinkCentre M90q Gen 6, dapat menggunakan prosesor Intel Core Ultra 9, mendukung empat layar sekaligus, dan bisa dilengkapi NPU diskret 30 TOPS untuk pemrosesan AI langsung di perangkat.Lenovo juga menawarkan desktop AIO ThinkCentre M Series Gen 6 untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat ringkas dengan visual berkualitas tinggi.Contohnya, ThinkCentre M90a Gen 6 memiliki kemampuan AI hingga 260 TOPS, layar FHD 23,8 inci dengan akurasi warna tinggi, refresh rate 120 Hz, serta sertifikasi EyeSafe dan ketahanan air serta debu IP55.Semua jajaran ThinkCentre dibekali fitur AI Lenovo seperti Lenovo AI Now dan Lenovo AI Turbo Engine, yang membantu mengelola kinerja sesuai beban kerja.Fitur keamanan seperti ThinkShield, chip dTPM 2.0, hingga pengaturan port USB berbasis BIOS juga tersedia untuk menjaga keamanan data.Lenovo Indonesia Lenovo juga merilis monitor ThinkVision T Series Gen 40 sebagai pendamping desktop ThinkCentre. Monitor ini menggunakan panel IPS dengan resolusi WQHD atau UHD, memiliki cakupan warna 99 persen sRGB dan BT.709, serta refresh rate variabel 48?120 Hz untuk tampilan yang lebih halus dan hemat daya.Lenovo juga merilis monitor ThinkVision T Series Gen 40 sebagai pendamping jajaran desktop ThinkCentre.Monitor ini menggunakan panel IPS dengan resolusi WQHD atau UHD, memiliki cakupan warna 99 persen sRGB dan BT.709, serta refresh rate variabel 48–120 Hz untuk tampilan yang lebih halus dan hemat daya.Monitor ini juga dilengkapi banyak pilihan konektivitas, termasuk USB-C untuk menghubungkan perangkat sekaligus mengisi daya.Baca juga: Tiga Laptop Workstation Baru Lenovo Dibekali AI Now, Ini FungsinyaBeberapa model bahkan mendukung pengisian daya hingga 100W. Lenovo turut menyediakan modul VoIP terintegrasi dengan fitur AI untuk kebutuhan konferensi jarak jauh.Semua jajaran desktop ThinkCentre M Series Gen 6 dan monitor ThinkVision T Series Gen 40 sudah tersedia di Indonesia.Harga masing-masing perangkat akan mengikuti konfigurasi dan personalisasi yang dipilih pengguna. Informasi lebih lengkap dapat ditemukan di situs resmi dan media sosial Lenovo Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 09:41