Warga Samboja Barat Terdesak Tambang, Diduga Libatkan Oknum Aparat

2026-01-12 04:02:54
Warga Samboja Barat Terdesak Tambang, Diduga Libatkan Oknum Aparat
KUKAR, – Puluhan warga Kelurahan Amborawang, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memprotes aktivitas tambang batu bara milik PT Singlurus, Selasa .Warga menuntut ganti rugi atas lahan yang digunakan perusahaan tanpa pembayaran serta mengecam dugaan keterlibatan oknum aparat dalam pembebasan tanah.Kuasa hukum warga, Paulinus Dugis, mengatakan masalah bermula dari proses pembebasan lahan yang dilakukan tanpa kejelasan. Ia menyebut perusahaan melibatkan pihak yang tidak berwenang.“Awalnya ditunjuk dua orang bernama WA (Inisial) untuk pembebasan lahan. Setelah kami telusuri, objeknya justru berbeda. PT Singlurus malah melibatkan pihak baru yang tidak memahami perjanjian awal,” kata Paulinus, Rabu .Baca juga: Longsor Samboja Kukar Diduga Akibat Tambang, Warga: Jarak dari Jalan Provinsi Gak Sampai 100 MeterIa menyebut warga menutup akses jalan hauling di atas tanah masyarakat sebagai bentuk protes, namun terjadi ketegangan saat sejumlah orang datang ke lokasi.“Terjadi perdebatan. Warga mempertahankan lahan mereka, sementara pihak perusahaan dan beberapa oknum aparat datang. Kami akan melaporkan oknum aparat W (Inisial) ke POM, karena selama ini warga diarahkan lewat dia, padahal tidak punya wewenang,” ujarnya.Paulinus menambahkan hingga kini ganti rugi belum diselesaikan. Warga juga terdampak pencemaran air dan lahan tergenang akibat aktivitas tambang.Pendeta Frans Doni, yang ikut aksi penutupan jalan hauling, menceritakan adanya tindakan represif dari oknum aparat.“Masyarakat duduk di bawah terpal. Saat itu, salah satu oknum datang, marah, lalu menarik tali terpal. Kayu penyangga terpal terlepas dan mengenai kepala warga hingga luka,” ujar Doni.Peristiwa itu terekam video dan beredar luas, namun Doni menegaskan bukan dirinya yang terluka.“Bukan saya yang dipukul, tapi warga yang terkena kayu itu karena aparat yang menarik terpal,” katanya.Baca juga: Debu Tambang Ditukar Kompensasi Sembako, Warga Samboja Barat GeramDoni mengatakan tambang berdampak pada lingkungan sekitar, termasuk gereja di Argosari yang pondasinya terdampak longsor akibat galian terlalu dekat.Warga lain, Ahmed, mengaku merasakan langsung dampak buruk tambang.“Airnya hitam, tercemar sudah lama. Tanaman banyak yang mati, rumah warga retak karena di bawahnya ditambang,” kata Ahmed.Ia menilai perusahaan beroperasi tidak sesuai Amdal dan menyebut ada dugaan oknum TNI ikut dalam pembebasan lahan.“Pembebasan lahan di sini lewat oknum aparat berinisial W. Saya pernah ditolak masuk ke lahan sendiri karena dijaga ketat aparat,” ujarnya.Baca juga: Tambang Batu Bara di Samboja Longsor, ESDM Kaltim Tegaskan Perusahaan Harus Tanggung JawabAhmed berharap pemerintah turun tangan menengahi konflik dan memastikan hak warga dipenuhi.“Kami hanya ingin keadilan dan hak kami dikembalikan. Jangan lagi ada intimidasi terhadap masyarakat,” tutupnya.Hingga berita ini diterbitkan, PT Singlurus belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum aparat maupun tindakan represif terhadap warga Samboja Barat.


(prf/ega)