Viral Pengakuan Ibu Anaknya Dikeluarkan dari Sekolah karena Postingan MBG, Berakhir Damai

2026-01-11 03:20:02
Viral Pengakuan Ibu Anaknya Dikeluarkan dari Sekolah karena Postingan MBG, Berakhir Damai
PEKANBARU, – Curhatan seorang ibu di media sosial terkait anaknya yang diduga diberhentikan dari sekolah usai mengunggah foto Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, Riau, akhirnya diselesaikan secara damai.Ibu tersebut bernama Nurul Oriana, warga Desa Ranah Baru, Kecamatan Kampar. Ia sempat memposting foto tiga kotak MBG dengan narasi “rapelan MBG untuk 5 hari”.Dalam unggahan tersebut terlihat tiga porsi MBG berisi susu, kue, buah, dan kacang yang diterima anaknya di PAUD Melati.Baca juga: Pengamat Soroti MBG di Hari Libur: Berisiko Jadi Beban APBNUnggahan itu kemudian berbuntut panjang. Nurul mengaku mendapat tekanan hingga anaknya disebut-sebut diberhentikan dari sekolah.Dengan menggunakan bahasa Melayu Kampar, Nurul bahkan menyampaikan curahan hatinya sambil menangis dan meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media sosial.“Karena postingan MBG, saya kena ancam, Pak Prabowo. Saya tidak tahu apa masalahnya. Sehingga anak saya jadi korban diberhentikan dari sekolah PAUD. Tidak tahu ke depannya anak saya. Kasihan sama anak saya, Pak Prabowo,” ujar Nurul dalam video yang dilihat Kompas.com, Senin .Persoalan tersebut akhirnya dibahas dalam pertemuan di Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar dan diselesaikan secara damai.Pertemuan itu dihadiri orangtua murid PAUD, Dinas Pendidikan Kampar, pengelola MBG, Polres Kampar, Polsek Kampar, serta pihak terkait lainnya.Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar AKP Gian Wiatma Jonimandala mengatakan permasalahan yang terjadi hanya sebatas miskomunikasi.“Miskomunikasi saja. Sama-sama emosi. Tadi kita sudah lakukan pertemuan bersama, alhamdulillah sudah diselesaikan. Berakhir damai,” kata Gian kepada Kompas.com, Senin.Baca juga: Dana Belum Cair, 5 SPPG MBG di Magetan Berhenti Operasional SementaraKapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid menambahkan, kepolisian hadir untuk menjembatani mediasi agar persoalan dapat diselesaikan secara kepala dingin.Menurut Asdisyah, permasalahan bermula pada Rabu saat Nurul membuat postingan di media sosial terkait ketidakpuasan terhadap program MBG.Nurul kemudian mengaku mendapat ancaman dan intimidasi dari pihak yang mengaku sebagai pemilik PAUD setelah unggahan tersebut viral.“Setelah video itu viral, kami Polsek Kampar dan Polres Kampar langsung bergerak menjembatani kedua belah pihak. Tadi sudah dilakukan pertemuan dan diselesaikan dengan damai,” ujar Asdisyah.Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, saling memaafkan, dan tidak membawa persoalan ke ranah hukum.


(prf/ega)