Musim Ubur-Ubur di Pantai Yogyakarta saat Nataru, Sultan Minta Tenaga Medis Siaga

2026-01-12 02:12:59
Musim Ubur-Ubur di Pantai Yogyakarta saat Nataru, Sultan Minta Tenaga Medis Siaga
YOGYAKARTA, - Musim ubur-ubur menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Binatang laut ini banyak muncul di pantai Yogyakarta sehingga berpotensi membahayakan anak-anak yang berwisata karena bisa tersengat.Satpol PP mengaku mendapatkan arahan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyiagakan tenaga medis.Kepala Satpol PP DIY, Bagas Seno Adji, mengatakan kawasan wisata pantai selatan Yogyakarta masih menjadi primadona pelancong.Oleh sebab itu perlu disiapkan personel untuk melakukan penjagaan.Ditambah lagi, panjang pantai di DIY mencapai 113 kilometer yang terbentang dari Kabupaten Gunungkidul, Bantul, hingga Kulon Progo.Baca juga: Depo Sampah Kotabaru Bakal Dipindah, Pemkot Yogyakarta Siapkan 2 Lokasi Alternatif, di Mana Saja?Ia juga telah mendapatkan perintah dari Sri Sultan untuk mengamankan wisatawan, terutama yang masih anak-anak.“Ini kan musimnya ubur-ubur, ubur-ubur itu kan menarik, ya. Ya, untuk dipegang, ada warnanya, biru dan sebagainya. Begitu dipegang, kena sengatan,” ujar dia.“Ngarsa Dalem (Sultan HB X) sudah memerintahkan ada tenaga medis yang siap di lokasi pantai-pantai. Jangan sampai begitu ada musibah, masyarakat yang kena sengatan ubur-ubur harus lari ke ibu kota untuk mengobati,” imbuh dia.Satpol PP DIY mengerahkan 328 personel Sarsatlimas Rescue Istimewa (SRI) untuk berjaga di kawasan wisata.Bagas Seno Adji, mengatakan dalam periode Nataru, pihaknya fokus pada pengamanan wisata pantai.Baca juga: Anak 10 Tahun Serahkan Trenggiling ke BKSDA Yogyakarta, Tahu Itu Satwa Dilindungi“Kami menerjunkan teman-teman dari SRI, Satlinmas Rescue Istimewa ada 328 personel. Untuk di pantai selatan ada lima wilayah. Kemudian ada satu di Waduk Sermo, satu lagi di Kaliurang, dan satu pos ada di Mako,” katanya.Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan pihaknya mendapatkan arahan dari Sultan untuk memecah konsentrasi lalu lintas.“Jadi jangan sampai arus lalu lintas, baik kendaraan pribadi atau bus, itu masuk kota, ya. Jadi kalau hanya melintas, diarahkan pada ruas-ruas jalan alternatif,” kata Erni, Rabu .Baca juga: Yogyakarta Bersiap Hadapi 4 Juta Kendaraan saat Nataru, Bus Dilarang Masuk KotaDishub DIY telah menyiapkan jalur-jalur alternatif sehingga kendaraan pribadi dan bus yang hanya melintas, tidak perlu masuk ke Kota Yogyakarta, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.Dishub DIY memprediksi sekitar 4 juta kendaraan akan melintas selama periode libur Nataru.“Lebih dari tahun kemarin, di tahun 2024 sekitar 4 jutaan,” katanya.


(prf/ega)