Counterpoint: Pasar Ponsel Global Turun Tahun Depan, Ini Alasannya

2026-01-12 06:35:53
Counterpoint: Pasar Ponsel Global Turun Tahun Depan, Ini Alasannya
Rangkuman berita: – Pengiriman (shipment) smartphone global diperkirakan turun 2,1 persen pada 2026. Proyeksi ini mencerminkan tekanan biaya yang kian berat di industri ponsel, mulai dari produsen hingga konsumen akhir, menurut laporan terbaru Counterpoint Research.Dalam laporan tersebut, Counterpoint mengatakan turunnya shipment ponsel global disebabkan oleh melonjaknya biaya komponen perangkat, dan hal ini juga akan turut menekan permintaan pasar sekaligus menciutkan daya beli konsumen.Direktur Riset Counterpoint Research, MS Hwang, mengatakan turunnya shipment ponsel global disebabkan oleh melonjaknya biaya komponen untuk merakit perangkat, alias Bill of Materials (BoM), yakni total biaya seluruh komponen utama smartphone.Baca juga: Canalys: Pengiriman Smartphone Dunia Turun 1 Persen, Ini Penyebabnya“Biaya BoM meningkat 20–30 persen sejak awal tahun. Sementara segmen menengah dan premium juga mengalami kenaikan harga 10–15 persen,” kata Hwang.Tekanan biaya ini diperkirakan belum mereda. Menurut laporan Memory Solutions for GenAI yang juga dibuat Counterpoint, harga memori berpotensi naik lagi hingga 40 persen sampai kuartal II-2026. Dampaknya, BoM smartphone dapat meningkat lagi 8–15 persen dari prediksi yang disampaikan Hwang tadi. Counterpoint Research Ilustrasi prediksi pangsa pasar smartphone di 2026.Analis Senior Counterpoint Research Yang Wang menilai segmen yang akan paling kena dampak kenaikan harga BoM ini adalah segmen ponsel menengah ke bawah (harga di bawah 200 dollar AS atau sekitar Rp 3 juta). “Di rentang harga rendah, kenaikan harga smartphone tidak berkelanjutan. Jika kenaikan biaya tidak bisa diteruskan ke konsumen, produsen akan memangkas portofolio produk. Ini sudah mulai terlihat dari berkurangnya volume model low-end,” ujar Wang.Baca juga: Riset Canalys: HP Murah dan Menengah Jadi Andalan Vendor Smartphone di IndonesiaSebagai konsekuensi dari strategi penyesuaian harga dan restrukturisasi portofolio, Counterpoint memperkirakan harga jual rata-rata (ASP) smartphone global akan naik 6,9 persen pada 2026.Angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,9 persen (prediksi di September lalu). Penurunan ini sekaligus merevisi proyeksi pengiriman 2026 menjadi lebih rendah 2,6 poin persentase dibandingkan estimasi sebelumnya. Sejumlah produsen asal China seperti Honor, Oppo, dan Vivo disebut mengalami koreksi paling besar dari perkiraan awal.Produsen dengan skala besar, seperti Apple dan Samsung, juga sebenarnya diprediksi akan ikut mengalami penuruban. Namun, kedua merek ponsel ini dianggap lebih siap menghadapi tantangan pasar, terutama lewat jajaran portofolio ponsel premium atau flagship. /Caroline Saskia Tanoto Ilustrasi smartphone yang cukup diminati di ITC Roxy Mas“Apple dan Samsung berada pada posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal ke depan,” kata Wang. Baca juga: Bukan Karena Teknologi, Ini Alasan Harga Smartphone Bisa Meroket Tahun Ini


(prf/ega)