Hari ke-10 Pencarian Korban Longsor Cilacap: Balita Ditemukan, Dua Masih Dicari

2026-02-05 13:48:49
Hari ke-10 Pencarian Korban Longsor Cilacap: Balita Ditemukan, Dua Masih Dicari
– Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu .Memasuki hari kesepuluh operasi, pencarian difokuskan pada dua lokasi utama, yakni worksite A1 dan B1. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menyampaikan bahwa hari ini personel dikerahkan maksimal di titik-titik yang telah ditentukan.“Kami laporkan bahwa pada hari ini, memasuki hari ke-10, pencarian kita fokuskan di dua worksite, yaitu worksite A1 dan worksite B1,” ujar Priyo.Di worksite A1, tim SAR menambah jumlah personel karena proses evakuasi melibatkan alkon, alat ekskavasi, serta peralatan manual. “Di A1 kita maksimalkan personel karena proses evakuasi menggunakan alkon dan alat-alat ekskavasi manual, sehingga personel kita dorong banyak ke sana,” tambah Priyo.Sementara itu, pencarian di worksite B1 lebih menitikberatkan pada penggunaan alat berat di titik-titik yang sudah dipetakan sebelumnya. “Untuk di B1, kita fokuskan penggunaan alat berat dengan titik-titik yang sudah kita tandai,” jelas Priyo.Baca juga: Tiga Warga Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Cilacap Kembali DiperpanjangPriyo menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan hingga sore hari terkait kemungkinan adanya tanda-tanda yang menguatkan lokasi korban. “Kita akan lihat nanti sampai sore hari ini apakah ada tanda-tanda yang menguatkan untuk korban bisa kita evakuasi, dan tentu nanti akan kita evaluasi bersama,” tuturnya.Hingga hari kesepuluh, dua korban masih dalam pencarian, masing-masing satu di worksite A1 dan satu di worksite B1.Sebelumnya, pada hari kesembilan operasi, tim SAR menemukan satu korban balita dalam kondisi meninggal dunia. Korban, Fatin Ayu Rengganis (3), warga Dusun Tarukahan, ditemukan di perbatasan worksite B1 dan B2, sekitar 10 meter dari lokasi awal rumahnya.“Korban ditemukan pukul 15.52, kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, Jumat petang.Dengan penemuan tersebut, tersisa dua korban yang belum ditemukan, yakni Maysarah Salsabila (14) dari Dusun Cibuyut dan Vani Hayati (12) dari Dusun Tarukahan.Abdullah menegaskan operasi pencarian akan terus dioptimalkan selama cuaca mendukung.“Kami telah melaksanakan operasi SAR sejak pagi hingga batas waktu yang belum ditentukan, karena kami akan memaksimalkan pencarian hingga malam hari apabila tidak hujan,” ujarnya.Baca juga: Balita Ditemukan, Korban Longsor Cilacap yang Masih Hilang Tersisa 2 OrangPriyo Prayudha Utama menjelaskan bahwa setiap lokasi menghadapi tantangan berbeda. Di worksite A1, penggunaan alkon menjadi satu-satunya opsi karena alat berat belum bisa masuk. “Di worksite A1 kami terus melakukan upaya menggunakan alkon karena sampai saat ini alat berat tidak bisa masuk ke lokasi,” jelasnya.Sementara itu, kondisi tanah di worksite B1 masih labil. Lima alat berat yang diturunkan harus diberi landasan batang pohon berukuran besar agar bisa beroperasi dengan aman.Artikel ini tayang di TribunJateng.com dengan judul Pencarian Hari ke-10 Korban Longsor Cilacap, Tim SAR Fokus di Dua Titik


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-05 12:18