Harga Batu Bara Terus Melorot, Menkeu Purbaya Akan Terapkan Bea Keluar

2026-01-13 00:13:30
Harga Batu Bara Terus Melorot, Menkeu Purbaya Akan Terapkan Bea Keluar
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan menerapkan bea keluar terhadap komoditas batu bara pada 2026. Purbaya melihat tren penurunan Harga Batu Bara Acuan (HBA) akan terus berlanjut hingga tahun 2026, untuk menyikapi kondisi ini, pemerintah tengah menyiapkan instrumen bea keluar sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara sekaligus mendorong program hilirisasi dan dekarbonisasi batu bara. "Saat ini mekanismenya sedang kami finalisasi, bersama kementerian terkait," kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Senin . Berdasarkan data Purbaya penurunan HBA, pada 2022 sebesar 276,6 dollar AS per ton, menjadi 201,1 dollar AS per ton pada 2023, turun menjadi 121,5 dollar AS per ton pada 2024, dan pada akhir 2025 ini diprediksi akan sebesar 111,1 dollar AS per ton. Baca juga: Menkeu Purbaya Temukan Empat Modus Pelanggaran Ekspor Komoditas Proyeksi tahun 2026 menunjukkan bahwa HBA kemungkinan bergerak pada kisaran 95 dollar AS sampai dengan 100 dollar AS per ton. Selain itu Indonesia merupakan negara penghasil batu bara terbesar ketiga. Namun, ekspornya masih didominasi dalam bentuk mentah. Oleh karena itu, bea keluar ini diperlukan untuk mendorong hilirisasi batu bara. Apalagi pemerintah tengah fokus untuk menciptakan transisi energi Indonesia lebih cepat mencapai energi bersih dan berkelanjutan tanpa harus mengganggu ketahanan energi nasional. Harapannya, melalui kebijakan bea keluar, pemanfaatan batu bara diharapkan dapat diarahkan melalui teknologi dan proses yang lebih efisien dengan emisi yang lebih rendah, sejalan dengan upaya dekarbonisasi. Baca juga: Ini Alasan Menkeu Purbaya Terapkan Bea Keluar Emas Tahun Depan Selain itu, upaya transisi menuju energi bersih dilakukan secara bertahap, berkeadilan, dan berkelanjutan (sustainable). Tak ketinggalan, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ketahanan energi nasional. Batu bara tetap menjadi tulang punggung pasokan untuk menjaga stabilitas tarif listrik bagi rakyat dan industri. Dia pun menargetkan penerimaan bea keluar batu bara sebesar Rp 20 triliun dalam setahun.


(prf/ega)