KUBAR, – Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan aparat TNI cekcok dengan kepolisian beredar di media sosial sejak Minggu .Dalam video itu, aparat TNI yang tengah mengikuti rapat dengan jajaran Polres Kutai Barat tampak kesal dan meninggalkan ruangan.Video itu beredar di media sosial dengan narasi bahwa salah satu terduga pelaku narkoba dilepaskan saat operasi di Kutai Barat, Kalimantan Timur.Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menyatakan tidak ada terduga pelaku yang dilepas.“Tidak benar. Saat ini keenam terduga sedang dilakukan asesmen di BNNP Kaltim untuk mengetahui peran masing-masing,” kata Boney saat dikonfirmasi, Senin .Baca juga: Penangkapan 2 Pengedar Narkoba Ungkap 51 Hektar Ladang Ganja di Gayo Lues AcehBoney menjelaskan bahwa pertemuan dalam video yang beredar merupakan gelar terbatas antara Polres, Kodim, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Barat.Pertemuan itu digelar untuk menyelaraskan informasi terkait penggerebekan yang sebelumnya dilakukan anggota Kodim 0912.Menurut dia, penggerebekan dilakukan anggota Kodim tanpa pendampingan dari Satuan Narkoba Polres.Dalam operasi tersebut, enam orang diamankan karena diduga terlibat penyalahgunaan narkoba dan dianggap bagian dari jaringan peredaran gelap oleh anggota Kodim.“Gelar terbatas ini digelar untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian tersebut,” ujarnya.Boney mengakui sempat terjadi ketidaksepahaman antara aparat saat gelar berlangsung.Perbedaan itu terkait mekanisme serta prosedur penanganan kasus narkoba sesuai UU 35/2009 dan KUHAP.“Belum selesai gelar, ada rekan dari Kodim yang kurang sepaham dengan mekanisme yuridis, sehingga mereka memilih untuk keluar lebih dulu dan tidak mengikuti kegiatan sampai selesai,” kata Boney.Baca juga: Bandar Narkoba Pantau Pergerakan Aparat Pakai DroneMeski demikian, ia memastikan situasi tetap kondusif dan tidak ada gesekan antaraparat.Boney menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dandim 0912, dan Polri-TNI tetap solid dalam pemberantasan narkoba.“Melalui koordinasi dengan Dandim, pihak Kodim akan terus bersinergi dalam pemberantasan narkoba sebagai musuh bersama,” ujarnya.Kapolres meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi serta menunggu hasil pemeriksaan resmi terhadap enam terduga pelaku yang kini menjalani asesmen di BNNP Kaltim.
(prf/ega)
Bantah Bebaskan Bandar Narkoba, Ini Penjelasan Polisi soal Video Cekcok dengan TNI di Kutai Barat
2026-01-12 03:52:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 02:44
| 2026-01-12 01:59
| 2026-01-12 01:35










































