Ketabahan Ade Juriah dan Rumah yang Kembali Menguatkan...

2026-01-12 08:08:59
Ketabahan Ade Juriah dan Rumah yang Kembali Menguatkan...
BANDUNG,  - Pagi kerap datang pelan di Kampung Pojok, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Di sudut kampung itu, Ade Juriah (70) bertahun-tahun menyambut hari dengan tubuh renta dan rumah yang tak sepenuhnya mampu melindunginya dari dingin dan hujan.Atap rapuh, dinding lapuk, serta lantai yang tak lagi bersahabat menjadi saksi ketabahan seorang perempuan sepuh menjaga sisa-sisa harapan. Rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan ruang ujian yang ia jalani hari demi hari.Saat hujan turun, air menembus sela genting yang patah. Ketika malam tiba, angin dingin menyusup hingga tulang, memaksa Ade merapatkan selimut tipis sambil menahan gemetar.“Kalau hujan gede, terus malam ya sudah repot harus cari ember buat nampung yang bocor,” katanya saat ditemui, Rabu .Baca juga: Menteri Ara Semprot Pejabat Saat Cek Rutilahu di Bandung: Sudah Lihat ke Dalam Belum?Ade tahu betul arti menunggu. Menunggu pagi agar sinar matahari menghangatkan rumahnya, menunggu hujan reda agar lantai tak lagi basah, menunggu rasa aman yang kerap terasa jauh.Bertahun-tahun lamanya, ia menjalani hidup dalam kesederhanaan, namun tak pernah kehilangan martabat. Sesekali ia memandang dinding yang retak, bukan dengan putus asa, melainkan dengan ingatan tentang masa ketika rumah itu masih berdiri tegak dan usia belum menjadi beban.“Pasrah saja sama keadaan, tapi yakin pasti ada perubahan, dari mana saja. Sekarang Alhamdulilah diperbaiki rumahnya,” ujarnya.Harapan itu akhirnya datang melalui Program Rumah Tidak Layak Huni dari Polsek Pameungpeuk. Perlahan, kabar baik menyapa Ade dan menyalakan kembali semangat hidupnya.“Mau bilang apa ya, makasih sudah berkali-kali. Saya sangat bersyukur,” tuturnya.Selama 24 hari, rumah Ade dibangun kembali. Palu dan gergaji berbunyi, dinding lama runtuh, lalu berganti rangka baru. Rumah berukuran 6x4 meter persegi itu kini memiliki dua kamar yang lebih layak untuk beristirahat.Baca juga: Menteri Ara Murka Saat Tinjau Renovasi Rutilahu di Bandung: Jangan Orang Kaya yang DapatDi setiap bunyi paku yang tertancap, ada doa yang diam-diam ia titipkan. Senyumnya merekah ketika rangka berdiri tegak, atap terpasang rapi, dan lantai mengering tanpa genangan.Pagi ini, Kampung Pojok menjadi saksi penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh Kapolsek Pameungpeuk kepada Ade Juriah.Kapolsek Pameungpeuk AKP Asep Dedi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polresta Bandung dan Polsek Pameungpeuk terhadap masyarakat.“Ini adalah giat sosial kami untuk membantu warga yang rumahnya tidak layak huni agar menjadi layak huni. Kami berharap rumah ini memberi rasa aman, kenyamanan, dan harapan baru bagi Ade,” ujar Asep Dedi.Di hadapan rumah yang kini berdiri lebih kokoh, Ade tak kuasa menyembunyikan kebahagiaan. Matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar, lalu tangannya terkatup dalam syukur.Kini, hujan tak lagi menjadi musuh dan malam tak lagi menakutkan. Rumah baru itu menjadi hadiah atas kesabaran yang panjang, sekaligus pengingat bahwa ketabahan warga kecil pun layak diperhatikan.Di ruang yang lebih layak itu, Ade kembali merajut hari dengan hati yang lebih ringan. Kampung Pojok pun seolah ikut bernapas lega, menjadi saksi bahwa gotong royong dan kepedulian masih hidup.


(prf/ega)