Momen Bupati Banyuwangi Motoran Sambangi Gereja-gereja di Malam Natal, Ajak Jemaat "Tandhang Bareng"

2026-02-05 02:46:00
Momen Bupati Banyuwangi Motoran Sambangi Gereja-gereja di Malam Natal, Ajak Jemaat
BANYUWANGI, – Puluhan motor yang dikendarai Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beriringan membelah jalanan Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu malam.Dibonceng seorang polisi wanita, Bupati Ipuk dan rombongan menyusuri jalan untuk patroli dan berkunjung ke sejumlah gereja yang tengah merayakan Natal.“Patroli malam ini untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” kata Ipuk.Dimulai dari Mapolresta Banyuwangi, rombongan bergerak menuju Gereja Katolik Maria Ratu Damai di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Penganjuran dan disambut hangat oleh para jemaat. Kunjungan dilanjutkan ke Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Banyuwangi dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Banyuwangi.Baca juga: Pakai Seragam Komcad dan Naik Motor Trail, Wali Kota Respati Tinjau Misa Malam NatalDi setiap gereja yang dikunjungi, Ipuk menitipkan pesan agar jemaat mendoakan Banyuwangi senantiasa aman, nyaman, dan terhindar dari bencana. Ia menekankan bahwa Banyuwangi adalah rumah besar bagi seluruh warganya tanpa terkecuali.“Semoga Natal ini membawa kebahagiaan, ketenangan, dan dapat dirayakan bersama keluarga dengan penuh kehangatan serta sukacita,” ujar Ipuk.Natal tahun ini, lanjut Ipuk, bertepatan dengan usia Banyuwangi yang ke-254. Pemerintah daerah mengusung tema “Tandhang Bareng” untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Kristiani, untuk bersama-sama membangun daerah.“Dengan kasih yang tulus, kita bisa berjalan bersama membangun Banyuwangi yang kita cintai. Terima kasih terkhusus umat Kristiani yang selama ini bareng-bareng merawat persaudaraan dan ikut berkontribusi bagi kemajuan Banyuwangi,” tutur Ipuk.Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi memastikan pengamanan telah disiapkan secara maksimal dengan menempatkan personel gabungan di tiap rumah ibadah.“Total ada 125 gereja di Banyuwangi yang melaksanakan ibadah Natal. Seluruhnya telah kami tempatkan personel pengamanan, dan sebelumnya dilakukan sterilisasi untuk memastikan ibadah berjalan aman dan lancar,” kata pihak Polresta.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-05 01:26