Resah Warga Jakut, 3 Pengamen Berkostum Pocong Malam-malam Diamankan Polisi

2026-01-12 23:15:53
Resah Warga Jakut, 3 Pengamen Berkostum Pocong Malam-malam Diamankan Polisi
Polsek Koja mengamankan tiga pengamen yang mengenakan kostum pocong. Aksi pengamen tersebut dianggap meresahkan warga."Iya, kita amankan tiga pengamen berkostum pocong usai dapat laporan dari masyarakat," kata Kanit Reskrim Polsek Koja Polres Jakarta Utara AKP Fernando dilansir Antara, Selasa (25/11/2025).Ketiga anak baru gede (ABG) pengamen tersebut berinisial FS (15), RA (11), dan MZA (19). Mereka diamankan polisi di Jalan H Murtado, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara (Jakut), pada Senin (24/11) kemarin.Menurut dia, kehadiran pengamen berkostum pocong dan berkeliaran di jalan saat malam hari itu kerap membuat emak-emak ketakutan."Bahkan, ada emak-emak yang sampai pingsan gara-gara ketakutan," ujar Fernando.Setelah diamankan di Polsek Koja, ketiga pengamen itu dibuatkan surat pernyataan agar tidak kembali melakukan hal serupa, lalu diserahkan kepada orang tua mereka.Fernando mengatakan ketiga pengamen itu mengaku masih memiliki orang tua. Mereka juga mengaku mengamen untuk membeli makan."Kami sudah pulangkan mereka kepada keluarganya dan minta agar tidak melakukan aksinya kembali," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-12 21:36