Jadwal KRL Solo-Jogja 29 Desember 2025, Masih Ada Tambahan Perjalanan

2026-02-01 00:38:53
Jadwal KRL Solo-Jogja 29 Desember 2025, Masih Ada Tambahan Perjalanan
- Untuk Anda yang berencana bepergian dengan KRL Solo–Jogja, jadwal perjalanan pada hari ini, 29 Desember 2025 bisa jadi panduan praktis merencanakan perjalanan.Layanan commuter line ini melayani rute dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta (Tugu) dengan total 13 stasiun pemberhentian.KRL Solo–Jogja banyak dipilih penumpang karena menawarkan perjalanan yang relatif cepat, tarif yang terjangkau, serta jadwal keberangkatan yang tersedia sejak pagi hingga malam hari.Tak heran, moda transportasi ini menjadi andalan warga maupun wisatawan yang ingin berpindah antara Solo dan Yogyakarta.Sepanjang perjalanan, KRL Solo–Jogja melintasi rute Palur–Solo Jebres–Solo Balapan–Purwosari–Gawok–Delanggu–Ceper–Klaten–Srowot–Brambanan–Maguwo–Lempuyangan–Yogyakarta.Total lama perjalanan berdurasi rata-rata sekitar 1 jam 15 menit hingga 1 jam 30 menit, tergantung kondisi perjalanan.Soal tarif, penumpang tak perlu khawatir. KRL Solo–Jogja memberlakukan tarif flat Rp 8.000 untuk sekali perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh, dengan sistem tiket tanpa tempat duduk.Dilansir dari laman resmi Commuterline, KRL Solo–Jogja menerapkan tambahan perjalanan baik dari arah Yogyakarta maupun Palur selama libur Nataru atau periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.“Penambahan 4 perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur ini dilakukan untuk memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal selama masa libur panjang,” jelas Karina.Berikut daftar jam keberangkatan KRL Solo–Jogja di tiap stasiun, mulai keberangkatan paling pagi sampai paling malam yang dilansir dari aplikasi Acess by KAI.Jadwal lengkap: 05.00 WIB, 06.05 WIB, 07.15 WIB, 07.40 WIB*, 08.56 WIB, 10.40 WIB, 11.07 WIB*, 12.10 WIB*, 12.50 WIB, 13.43 WIB, 15.35 WIB, 16.35 WIB, 18.05 WIB, 19.45 WIB, 20.42 WIBJadwal lengkap: 05.06 WIB, 06.11 WIB, 07.21 WIB, 07.47 WIB*, 09.02 WIB, 10.46 WIB, 11.13 WIB*, 12.16 WIB*, 12.56 WIB, 13.49 WIB, 15.41 WIB, 16.41 WIB, 18.11 WIB, 19.51 WIB, 20.48 WIBJadwal lengkap: 05.13 WIB, 06.18 WIB, 07.27 WIB, 07.52 WIB*, 09.08 WIB, 10.52 WIB, 11.19 WIB*, 12.23 WIB*, 13.03 WIB, 13.55 WIB, 15.48 WIB, 16.47 WIB, 18.19 WIB, 20.01 WIB, 20.54 WIBJadwal lengkap: 05.18 WIB, 06.23 WIB, 07.32 WIB, 07.56 WIB*, 09.13 WIB, 10.57 WIB, 11.24 WIB*, 12.28 WIB*, 13.08 WIB, 14.00 WIB, 15.53 WIB, 16.52 WIB, 18.24 WIB, 20.06 WIB, 20.59 WIBJadwal lengkap: 05.26 WIB, 06.31 WIB, 07.40 WIB, 08.03 WIB*, 09.20 WIB, 11.04 WIB, 11.42 WIB*, 12.36 WIB*, 13.16 WIB, 14.07 WIB, 16.01 WIB, 16.59 WIB, 18.31 WIB, 20.14 WIB, 21.06 WIB


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-01 18:02