Cerita Emak-emak Medan Pertama Kali CFD di Bundaran HI: Jakarta Bagus Ya

2026-01-17 03:50:53
Cerita Emak-emak Medan Pertama Kali CFD di Bundaran HI: Jakarta Bagus Ya
Suasana car free day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, ramai warga selfie pagi ini. Warga asal Medan, Sri menceritakan kesan pertama kali selfie di Bundaran HI."Dari Medan kami ke Jakarta. Kami penginlah keliling melihat Kota Jakarta ini," ujar Sri saat ditemui detikcom, Minggu .Dia mengatakan alsannya selfie di air mancur Bundaran HI karena menjdi khas Kota Jakarta."Iya foto-foto karena ini kayanya unik jadi khas," jelasnya.Warga Medan lainnya, Umi, mengaku hari ini menjadi hari terakhir di Jakarta. Dia sempat selfie di beberapa lokasi Jakarta."Kami dari Kamis, hari ini terakhir pulang. Sebelumnya sudah foto-foto di Monas, PIK, Thamrin. Untuk pertama kali ke Jakarta kesannya luar biasa ya bagus," ujarnya.Pantauan detikcom, tampak banyak warga yang mendekat ke air mancur Bundaran HI. Mereka selfie dan berfoto bersama dengan background air mancur Bundaran HI.Kemudian banyak juga warga yang berolahraga. Banyak juga anak kecil yang dibawa orang tuanya untuk berolahraga.Petugas seperti Polisi, Satpol PP, hingga Dishub terlihat mengamankan jalur CFD. Warga juga terlihat banyak yang mengambil foto dengan polisi wanita yang berjaga.Simak juga Video 'Pesan Kemkomdigi ke Fotografer Jalanan: Ambil Foto Orang Harusnya Izin':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-17 03:37