Gubernur Koster Resmikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Tekankan Perlindungan Lahan dan Budaya

2026-01-12 16:51:30
Gubernur Koster Resmikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Tekankan Perlindungan Lahan dan Budaya
- Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin .Dokumen haluan tersebut menjadi pedoman utama arah pembangunan Bali untuk satu abad ke depan dan wajib dijadikan acuan oleh seluruh penyelenggara pemerintahan serta pemangku kepentingan di Bali.“Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi arah perjuangan Bali untuk menjaga alam, manusia, dan kebudayaan secara utuh dan berkelanjutan,” ujar Koster dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Salah satu kebijakan utama yang ditekankan dalam Haluan Pembangunan Bali adalah perlindungan lahan pertanian serta pengendalian alih fungsi dan alih kepemilikan lahan produktif.Baca juga: Gubernur Bali Instruksikan Bupati dan Wali Kota Tak Setujui Alih Fungsi Lahan PertanianKebijakan itu dinilai penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam, melindungi ruang hidup masyarakat Bali, serta memastikan ketahanan pangan secara Niskala dan Sakala.Pengendalian alih fungsi lahan tidak hanya dimaknai sebagai kebijakan tata ruang, tetapi juga bentuk pemuliaan alam yang sejalan dengan filosofi Sad Kerthi, khususnya Wana Kerthi dan Danu Kerthi, untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan seisinya.Selain aspek lingkungan, Haluan Pembangunan Bali juga menempatkan kebudayaan Bali sebagai fondasi pembangunan. Penguatan desa adat, sistem Subak, pelestarian adat, tradisi, dan kearifan lokal menjadi pilar utama dalam pembangunan Bali ke depan.Hal tersebut menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak dapat dilepaskan dari adat, tradisi, seni-budaya, dan nilai warisan leluhur yang telah teruji sepanjang zaman.Baca juga: Menteri Bappenas Dukung Penuh Visi Pembangunan Bali Berkelanjutan Gubernur KosterSecara garis besar, arah kebijakan Haluan Pembangunan Bali 2025–2125 meliputi pelestarian dan pemuliaan alam Bali dengan menjaga kesucian gunung, laut, dan danau; pengendalian alih fungsi lahan pertanian; pelarangan aktivitas yang merusak ekosistem; serta penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.Koster menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan menindak tegas setiap pelanggaran tata ruang demi menjaga kesucian dan kelestarian wilayah Bali.“Saya akan melakukan penertiban dan bersih-bersih secara tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang merusak alam Bali. Pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian Bali,” tegasnya.Baca juga: Cara Seru Jelajahi Alam Bali dengan ATV di UbudDok. Pemprov Bali Acara peresmian Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025?2125, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin .Pada aspek pembangunan manusia, Haluan Pembangunan fokus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti memastikan ketersediaan udara dan air bersih, memperkuat pangan organik, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat jaminan sosial untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul dan berdaya saing.Sementara itu, pada aspek ekonomi dan kebudayaan, arah kebijakan diarahkan pada transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali yang berbasis sumber daya lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.Selain itu, Pemprov Bali juga akan memperkuat industri berbasis budaya dan produk lokal Bali, serta menata pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.Seluruh kebijakan tersebut akan dijalankan dengan konsep Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola, serta dilaksanakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.Baca juga: Koster Batasi Pembukaan Toko Modern di Bali, Ini AlasannyaDengan dimulainya Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, Pemprov Bali mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Bali untuk berpartisipasi aktif dan bersinergi menjaga keutuhan, keunggulan, martabat, dan kemuliaan Bali sepanjang zaman.Sebagai informasi, acara peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali.Hadir pula Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Bali, Bupati/Wali Kota dan pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, pimpinan instansi pusat, perguruan tinggi, serta undangan lainnya.Baca juga: 4 Poin Kesepakatan Gubernur Bali, Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar soal TPA Suwung


(prf/ega)