– Starbucks Indonesia kembali mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2025. Kali ini, Starbucks Indonesia tercatat di rekor MURI sebagai penyelenggara “Kelas Latte Art Serentak di Gerai Kopi Terbanyak di Indonesia”.Acara puncak dan seremonial pencatatan rekor Muri dilakukan di Starbucks Kuningan City, Jakarta, Kamis . Adapun kelas latte art diselenggarakan secara serentak di lebih dari 300 gerai Starbucks seluruh Indonesia.Perayaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Starbucks dalam memperingati Bulan Kopi Internasional yang jatuh tiap Oktober.“Sesuai dengan misi kami untuk menjadi penyedia utama kopi terbaik di dunia, Starbucks terus menghadirkan pengalaman yang menginspirasi bagi semua partner (karyawan) ataupun pelanggan,” ujar Chief Operating Officer PT Sari Coffee Indonesia, selaku pemegang lisensi Starbucks di Indonesia, Liryawati, dalam sambutannya, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat .Ia menambahkan, perayaan Hari Kopi Internasional tahun ini dilakukan dengan semangat kebersamaan melalui kelas latte art yang mempertemukan kreativitas barista dan kehangatan pelanggan di 300 gerai Starbucks mulai dari Medan, Sumatera Utara, hingga Jayapura, Papua.“Craft, Crave, and Connection adalah esensi dari perjalanan Starbucks saat ini. Melalui seni latte, kami merayakan craft yang diciptakan barista kami, mengundang crave melalui pengalaman sensorik yang menggugah, dan menumbuhkan connection dengan pelanggan di seluruh Indonesia,” kata Liryawati.Beberapa barista Starbucks berbakat yang pernah menorehkan prestasi di tingkat regional dan internasional pun turut hadir, seperti Juara Starbucks Asia-Pacific Latte Art Championship 2022 Irwan Syahril Fajar serta Juara 1 pada kompetisi yang sama 2024 dan Juara 5 Indonesia Latte Art Championship 2024 Renauldy Darma Wijaya.“Saya merasa bangga dengan talenta-talenta emas yang dimiliki oleh barista kami juga dengan dedikasi mereka yang selalu menghadirkan connection lewat secangkir kopi. Ini semua menunjukkan bahwa setiap karya yang dihasilkan adalah bentuk nyata dari craft Starbucks,” tegas Liryawati.Acara di Jakarta turut dihadiri Head of Coffee & Partner Engagement PT Sari Coffee Indonesia Mirza Luqman Effendy, Customer Relation Manager MURI Bryan Razu Ramadhan, Board of Director PT Mitra Adiperkasa Tbk Hendri Batubara, dan Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif Dr Dadam Mahdar, M.Hum.Ajang adu kreativitas baristaDOK. STARBUCKS INDONESIA Para pemenang dan finalis SLAC 2025.Selain mencatatkan rekor MURI, Starbucks juga menggelar Grand Final Starbucks Latte Art Championship (SLAC) 2025. SLAC sendiri merupakan ajang tahunan bagi para barista untuk menampilkan kreativitas mereka lewat seni melukis di atas permukaan kopi.Kompetisi ini telah berlangsung sejak Mei 2025 dan diikuti lebih dari 550 barista dari seluruh Indonesia. Sembilan finalis terbaik kemudian tampil pada babak final di Starbucks Kuningan City, Jakarta.Mereka adalah Fadhlan Gumilang (Starbucks Mall Taman Anggrek Jakarta), Ditho Apriansyah (Starbucks Reserve PIK Avenue Jakarta), Yehezkiel Zefanya (Starbucks Sogo Pakuwon Mall Surabaya), Adhe Dwi Prastyo (Starbucks Grand Wisata Bekasi), Gusti Ngurah Sukma Putra (Starbucks Ubud Lotus Bali), Muhammad Fakhrizal (Starbucks Reserve Lippo Mall Kemang Jakarta), Wahda Ayu Setianing Gusti (Starbucks Reserve Intercontinental Pondok Indah Jakarta), Abhito Tyagasa (Starbucks Drive-Thru Majapahit Semarang), dan Shandy Sarira (Starbucks Drive-Thru Ahmad Yani Batam).Setelah melalui penilaian yang ketat, Fadhlan Gumilang dari Starbucks Mall Taman Anggrek dinobatkan sebagai juara pertama SLAC 2025. Adhe Dwi Prastyo dari Starbucks Grand Wisata Bekasi meraih posisi kedua, dan Muhammad Fakhrizal dari Starbucks Reserve Lippo Mall Kemang menempati posisi ketiga.“Rasanya sangat bangga melihat barista-barista kami yang bersemangat dan kompetitif di SLAC tahun ini. Pola latte art yang mereka hasilkan sangat detail dan mengundang decak kagum,” kata Mirza.DOK. STARBUCKS INDONESIA Keseruan SLAC 2025 di Starbucks Kuningan City, Jakarta, Kamis .Menurut Mirza, kompetisi ini menjadi wadah bagi barista untuk menyalurkan kreativitas dan mengasah keterampilan.“Craft adalah nilai penting yang hidup di setiap gerai Starbucks. Kami berkomitmen menumbuhkan potensi barista agar mereka bisa menuangkan craft terbaik di setiap cangkir,” ujarnya.Sang juara, Fadhlan, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaiannya. Ia pun berterima kasih kepada Tuhan, keluarga, mentor, dan rekan barista yang telah mendukungnya selama ini.“Saya berharap bisa membawa semangat Craft, Crave, and Connection ke panggung yang lebih besar,” tuturnya.Pada kesempatan yang sama, Starbucks juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan industri kopi melalui inisiatif donasi 50.000 benih pohon kopi untuk komunitas petani di Sumatra Utara.Langkah ini merupakan bagian dari pilar Planet Starbucks Indonesia yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Hingga kini, Starbucks telah mendonasikan lebih dari 650.000 benih kopi ke berbagai komunitas petani di Jawa Barat, Bali, dan Sumatra.
(prf/ega)
Starbucks Catat Rekor MURI dan Rayakan Bulan Kopi Internasional dengan Kompetisi Latte Art
2026-01-14 02:36:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-14 02:41
| 2026-01-14 02:18
| 2026-01-14 02:02
| 2026-01-14 01:44
| 2026-01-14 01:36










































