Mobil MBG yang Tabrak SD di Cilincing Diangkut ke Polres Metro Jakut

2026-01-15 08:53:12
Mobil MBG yang Tabrak SD di Cilincing Diangkut ke Polres Metro Jakut
JAKARTA, – Mobil makan bergizi gratis (MBG) yang menabrak SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, dan menyebabkan sejumlah siswa luka, kini telah dibawa dari lokasi kejadian. Polisi mengevakuasi kendaraan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi pada Kamis pukul 13.30 WIB, mobil MBG tersebut dinaikkan ke atas mobil towing. Kendaraan itu kemudian meninggalkan halaman sekolah dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara.Setelah mobil dibawa pergi, sejumlah petugas kepolisian mulai mencopot garis polisi berwarna kuning yang sebelumnya membatasi area TKP. Tanda-tanda di lokasi kejadian juga mulai dibersihkan, termasuk bekas debu yang ditangani oleh Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).Baca juga: Ini Pengakuan Sopir Mobil MBG yang Lindas Siswa SDN CilincingSementara itu, kendaraan olah TKP milik unit lalu lintas dan mobil berwarna oranye milik tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inaafis) masih terparkir di halaman sekolah. Sejumlah petugas kepolisian tetap berjaga di area tersebut, dan drone diterbangkan untuk memantau TKP dari udara.Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Ridha Aditny mengonfirmasi, mobil MBG tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara."Ke Polres," ucapnya saat dikonfirmasi Kompas.com pada Kamis.Sebelumnya, mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis . Kecelakaan ini menyebabkan 21 korban luka.Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diperiksa, mobil sempat berhenti di depan gerbang sekolah sebelum tiba-tiba melaju lebih cepat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-15 07:43