Sejarah Hadiah Nobel, Warisan Alfred Nobel dan Pengaruhnya untuk Dunia

2026-01-17 02:53:30
Sejarah Hadiah Nobel, Warisan Alfred Nobel dan Pengaruhnya untuk Dunia
- Setiap tanggal 10 Desember, dunia memperingati pemberian Hadiah Nobel yang didirikan oleh Alfred Nobel. Hadiah ini merupakan penghargaan tertinggi bagi mereka yang telah memberikan kontribusi besar bagi umat manusia.Berdasarkan wasiatnya, Alfred Nobel mendirikan hadiah ini sebagai warisan untuk mendorong kemajuan sains dan perdamaian dunia, meskipun perjalanan mewujudkan visinya tidaklah mudah.Lantas, bagaimana sejarah Hadiah Nobel yang tahun ini diberikan pada Rabu ?Baca juga: Abdus Salam, Ilmuwan Pakistan Penerima Nobel FisikaDilansir dari laman resmi Nobel Peace Prize, Alfred Nobel menandatangani wasiat pada 27 November 1895. Wasiat itu mengatur pembagian kekayaannya setelah kematiannya. Dalam wasiat tersebut, Nobel mengarahkan sebagian besar hartanya yang berjumlah 31,5 juta kronor (setara Rp 50,4 miliar pada masa kini) untuk mendanai penghargaan tahunan. Penghargaan itu pun dikenal dengan Hadiah Nobel. Hadiah ini dibagi menjadi lima kategori: fisika, kimia, kedokteran, sastra, dan perdamaian. Salah satu bagian menarik dalam wasiat ini adalah bahwa Hadiah Nobel Perdamaian diberikan kepada individu atau organisasi yang telah berkontribusi pada perdamaian dunia dan pengurangan jumlah tentara tetap."Seluruh harta saya yang masih dapat dijual akan diinvestasikan dalam surat berharga yang aman, dan bunga dari dana tersebut akan diberikan setiap tahun kepada mereka yang telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia," bunyi wasiat Alfred Nobel, 27 November 1895.Baca juga: 5 Tokoh Dunia yang Memperoleh Nobel PerdamaianAlfred Nobel lahir pada 21 Oktober 1833 di Stockholm dan dikenal sebagai penemu dinamit. Sejak muda, Nobel menunjukkan minat besar dalam ilmu pengetahuan dan bahasa. Pada 1867, ia berhasil mematenkan dinamit, yang kemudian menjadikannya salah satu orang terkaya pada masa itu. Meskipun demikian, Nobel merasa berat karena penemuan ini digunakan dalam peperangan, yang akhirnya mendorongnya untuk mendirikan Hadiah Nobel sebagai cara untuk memberi kontribusi positif bagi umat manusia.Baca juga: Sejarah Nobel PerdamaianSetelah kematian Nobel pada 1896, wasiatnya memicu sengketa hukum dengan keluarga Nobel, yang tidak sepakat dengan pembagian kekayaan tersebut.Namun, pada akhirnya, Nobel Foundation didirikan pada 1900 untuk mengelola dana yang diwariskan Nobel. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-17 03:29