Prabowo: Stok Pangan Aman, Daerah Terdampak Bencana Kita Kirim 3 Kali Kebutuhan

2026-01-16 01:17:06
Prabowo: Stok Pangan Aman, Daerah Terdampak Bencana Kita Kirim 3 Kali Kebutuhan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan stok pangan nasional tetap aman, bahkan cukup untuk dikirim hingga tiga kali lipat ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. Prabowo menekankan bahwa daerah dilanda bencana tidak boleh mengalami kesulitan pangan."Kita bersyukur begitu di tengah badai, di tengah bencana sumber makan kita cukup bahkan Menteri Pertanian laporan kepada saya untuk daerah-daerah terdampak bencana kita mampu dari pemerintah pusat mengirim 3 kali kebutuhan. Jadi tidak ada alasan di daerah terdampak kesulitan pangan," kata Prabowo saat memberikan arahan di depan Kepala Daerah se-Papua, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).Prabowo mengungkap ada sekitar 70 ribu hektare sawah yang rusak akibat bencana. Prabowo akan mengembalikan fungsi sawah tersebut."Tidak ada alasan untuk khawatir karena kenyataannya kita mampu. Memang dilaporkan Kalau tidak salah ada beberapa puluh ribu sawah yang rusak? 70 ribu ya? Semuanya di tiga provinsi 70 ribu? 3 provinsi 70 ribu hektare yang rusak, kita akan kembalikan segera tapi kita sudah punya antisipasi," ujarnya.Prabowo mengungkap pemerintah telah menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan pertanian. Salah satu fokus utama adalah pembukaan sawah baru dalam skala besar, yang diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan antarwilayah."Kita sudah siapkan sawah-sawah baru yang cukup besar mungkin tahun ini Menteri Pertanian kita siapkan sawah baru 225 ribu hektare, dan terus akan kita siapkan tahun-tahun yang akan datang. Tetapi strategi kita sekarang adalah tiap kabupaten harus swasembada pangan, kabupaten yang paling sulit medannya pun kita harus cari benih yang cocok. Mungkin di pegunungan itu mungkin perlu perhatian yang khusus untuk sumber karbohidrat dan sumber protein," ucapnya.Simak Video 'Prabowo: Ekonomi RI 8 Besar Dunia, Masalahnya Adalah Pemerataan':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 23:27