Cerita Kakorlantas Tak Tilang Pelaku Balap Liar: Saya Suruh Sujud ke Orangtuanya

2026-02-01 08:09:59
Cerita Kakorlantas Tak Tilang Pelaku Balap Liar: Saya Suruh Sujud ke Orangtuanya
Jakarta Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho mengaku dalam Operazi Zebra 2025, pihaknya juga menyasar pelaku balap liar. Namun, ada yang berbeda dalam cara penanganannya."Balap liar sudah menjadi TO (Target Operasi) Operasi Zebra tahun ini, sekarang sudah hari ke-10. Sudah ratusan balap liar yang kami tindak dengan edukatif. Jadi 100 kita tangkap balap liar, tidak kami tilang pak," kata dia dalam rapat kerja bersama DPR, di ruang rapat Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis . AdvertisementAgus mengungkapkan, meski tak ditilang, pelaku balap liar tetap dibawa ke kantor polisi."Kami bawa ke Polres, kami bawa ke Polda. Pagi kami panggil orangtuanya, suruh sujud kepada orangtuanya, terus kami panggil gurunya, kita suruh pulang, Pak," kata dia."Kecuali yang kosong kendaraannya, yang brong itu tetap kita tilang. Tetapi kita mengedepankan humanis, supaya kita tetap dengan masyarakat. Jadi polisi tidak dibenci Pak," sambungnya.Mantan Wakapolda Jawa Tengah ini mengungkapkan, pihaknya tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pelanggar lalu lintas, di mana menurutnya ini bagian dari memberikan edukasi ke masyarakat."Dan ini, balap liar ini, bukan hanya satu aspek pelanggaran, ini adalah aspek sosial, ini adalah kenakalan remaja. Jadi banyak yang punya kepentingan untuk bisa maintenance dari balap liar," pungkasnya.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-02-01 19:38