- Pemerintah memberikan insentif untuk guru terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, sebanyak 16.500 guru akan mendapat insentif sebesar Rp 2 juta per orang."Yang kami sampaikan sebanyak 16.500 guru yang menerima bantuan, kemudian buat masing-masing menerima bantuan Rp 2 juta per guru," kata Mu'ti dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa .Mu'ti menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 35 miliar untuk tunjangan khusus guru terdampak bencana Sumatera.Baca juga: Mendikdasmen: Guru Diharapkan Jadi Pendengar Segala Masalah MuridAnggaran itu saat ini masih dalam proses revisi dari anggaran tahun 2025."Anggaran masih dalam proses revisi tahun 2025," ujarnya.Selain itu, Mu'ti juga memaparkan apa saja yang sudah dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memberikan bantuan pada korban bencana Sumatera.Antara lain memberikan bantuan barang, memberikan 148 tenda ruang kelas darurat, 15.000 perlengkapan sekolah atau school kit, 7.500 bingkisan anak, 2.000 sepatu.Kemudian sebanyak 700 family kit, 65.000 buku teks dan non teks, serta bantuan dalam bentuk uang sebesar Rp 21,1 miliar dari anggaran exsisting."Bantuan dalam bentuk uang Rp 21,1 miliar dari anggaran exsisting," ujarnya.Baca juga: Menaikkan Gaji Guru Hingga 40 Juta Per Bulan: Waraskah?Dok SERAMBI Para siswa dan guru SMA Sukma Bangsa Bireuen, gotong royong membersihkan SMAN 1 Peusangan yang dipenuhi endapan lumpur banjir bandang beberapa waktu lalu.Mu'ti melanjutkan, beberapa daerah terdampak bencana di Sumatera sudah mulai melakukan pembelajaran baik secara sebagian ataupun penuh.Terkait pembelajaran, Mu'ti mengatakan, pihaknya menyiapkan skenario kurikulum untuk penanggulangan dampak bencana tanggap darurat.Pada 0-3 bulan diberlakukan tanggap darurat bencana dengan penyesuaian kurikulum minimum esensial yakni kurikulum disederhanakan menjadi kompetensi esensial seperti literasi dasar.Baca juga: Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGMKemudian numerasi dasar, kesehatan, keselamatan diri, dukungan psikososial dan informasi mitigasi bencana."Dua, pengembangan bahan belajar darurat. Tiga, metode pembelajaran adaptif. Empat, dukungan psikososial terintegrasi dalam pembelajaran, lima, asesmen sangat sederhana," jelas Mu'ti.
(prf/ega)
Guru Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Insentif Khusus, Berapa Besarannya?
2026-01-12 03:34:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 03:28
| 2026-01-12 02:27
| 2026-01-12 02:23
| 2026-01-12 01:21










































