Basarnas Ungkap Tantangan Evakuasi Korban Bencana di Sumatera

2026-01-16 13:03:57
Basarnas Ungkap Tantangan Evakuasi Korban Bencana di Sumatera
JAKARTA, - Badan Nasional Pencarian danm Pertolongan (Basarnas) mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi dalam proses evakuasi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Pertama adalah ketebalan lumpur yang mengering, sehingga menyulitkan Basarnas untuk mencari korban-korban yang masih hilang."Justru yang memungkinkan menjadi permasalahan adalah ketebalan lumpur yang pada saat mengering," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Senin .Baca juga: Komisi V DPR Sorot Sistem Peringatan Dini: Indonesia Ini Dikepung BencanaJika lumpur sudah mengering, hal tersebut semakin menyulitkan Basarnas dalam prose pencarian korban.Oleh karena itu, Basarna mengerahkan anjing K9 untuk membantu proses pencarian korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar."Karena itu kita juga mengerahkan dari kantor SAR terdekat bersama dengan potensi SAR yang ada di wilayah, kita sudah mulai menggunakan K-9 anjing pelacak untuk membantu tugas pencarian," ujar Syafii.Tantangan kedua adalah terbatasnya jumlah personel Basarnas untuk proses pencarian dan pertolongan korban.Baca juga: Prabowo Pimpin Langsung Komando Penanganan Bencana Banjir SumateraIa menjelaskan, cakupan luas wilayah yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar sulit diprediksi.Karena hal tersebut, pihaknya membutuhkan sumber daya manusia yang banyak untuk membantu proses pencarian dan pertolongan korban."Karena itu kita juga mengerahkan dari kantor SAR terdekat bersama dengan potensi SAR yang ada di wilayah, kita sudah mulai menggunakan K-9 anjing pelacak untuk membantu tugas pencarian," ujar Syafii.Tantangan lainnya adalah mobilitas petugas yang masih terhambat di sejumlah titik akibat dampak banjir dan longsor.Baca juga: Update BNPB: Korban Jiwa Bencana Banjir-Longsor Sumatera Jadi 631 OrangDalam hal mengantisipasi kurangnya personel dan transportasi, Basarnas mengerahkan bantuan jajaran dari daerah lain yang tidak terdampak bencana."Ada beberapa kapal, mulai dari kekuatan yang ada di kantor-kantor SAR yang tidak terdampak, mereka akan kita kirim mendekat," ucap Syafii."Jadi mulai dari Kantor SAR yang ada di Tanjung Pinang, Kantor SAR yang ada di Pontianak, Kantor SAR yang ada di Pekanbaru, bahkan begitu juga yang ada di Jambi, Bengkulu, mereka sampai ke Semarang kita perkuat untuk membantu," sambungnya.Baca juga: Kekayaan untuk Oligarki, Bencana Alam untuk RakyatANTARA/HO-Basarnas Petugas dari Kantor SAR Padang melintasi lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu . Dalam kesempatan yang sama, Syafii mengungkap bahwa sebanyak 33.620 orang telah menjadi korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.Dari 33.620 orang yang terdampak itu, korban selamat sebanyak 33.173 jiwa. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 447 jiwa. Adapun yang masih dalam pencarian sebanyak 399 jiwa."Di mana dari jumlah yang terdampak kami telah mengevakuasi 447 jiwa dalam kondisi meninggal dan yang terlaporkan masih dalam pencarian 399 jiwa," ujar Syafii.Baca juga: Mendagri Paparkan Skema Penyaluran Beras Bulog bagi Daerah Terdampak BencanaSyafii kemudian merinci jumlah korban yang selamat maupun meninggal dunia di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Berikut daftarnya:Baca juga: Anggota DPR: Jangan sampai Warga Terdampak Bencana Merasa Ditinggal Pemerintah


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 11:24