WONOSOBO, – Suasana penuh keceriaan mewarnai halaman Kebun Belajar Tani Wonosobo, Rabu .Setelah lebih dari satu bulan belajar dan merawat tanaman, para siswa Sekolah Rakyat Wonosobo akhirnya merayakan keberhasilan mereka melalui kegiatan panen sayur hasil budidaya sendiri.Berbekal ilmu yang mereka pelajari di sekolah, para siswa dengan antusias mempraktikkan berbagai tahapan bercocok tanam, mulai dari pengenalan jenis tanaman, pengolahan lahan, penyiapan bibit, pemupukan, hingga budidaya dan perawatan harian.Baca juga: Sekolah Rakyat di Sragen, Bangkitkan Asa Anak Putus Sekolah Kejar Cita-cita...Hari panen kali ini menjadi puncak dari proses pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik langsung di lapangan.Sebelum panen dimulai, anak-anak terlebih dahulu melakukan perawatan akhir, seperti menyiangi gulma, membumbun tanah, serta mengendalikan hama menggunakan pestisida nabati buatan sendiri.Setelah itu, bedengan tanaman seperti selada dan kangkung yang tumbuh subur pun siap dipanen.Keceriaan tampak jelas di wajah para siswa saat mereka memetik hasil tanamannya.Salah satu siswa, Muhamad Fardan, tampak bersemangat sambil memegang ikatan kangkung segar.“Wah, kita bisa bikin tumis kangkung ini!” ujarnya penuh bangga, disambut tawa teman-temannya.Baca juga: Kisah Tawwakal, Siswa Sekolah Rakyat yang Ingin Jadi Seniman KomikSementara itu, Siti Maesaroh, siswa lainnya, mengaku sangat senang bisa memetik hasil tanamannya sendiri.“Senang banget akhirnya kami bisa memetik sayur yang kami tanam dan rawat sendiri. Ini pengalaman pertama saya, padahal keluarga saya juga bertani. Tapi baru kali ini saya ikut langsung dari awal,” ungkapnya.Siti juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo yang telah memberikan kesempatan belajar melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat tersebut.Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari program edukasi pertanian berbasis pengalaman langsung (experiential learning) yang dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian sejak dini.“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami proses dan nilai kerja keras dalam bertani. Dari sinilah tumbuh karakter mandiri, peduli lingkungan, dan apresiasi terhadap hasil bumi,” kata Dwiyama dalam rilis resminya Kamis .Baca juga: Cerita dari Sekolah Rakyat di Samarinda: Printer Pinjam, Air Sulit Murid Mandi di MasjidKegiatan panen sayur di Kebun Belajar Tani ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas.Melalui pendekatan pendidikan berbasis kebun, anak-anak diajak belajar sambil berkreasi, berinteraksi dengan alam, dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.
(prf/ega)
Gembiranya Siswa Sekolah Rakyat Wonosobo, Panen Sayur Hasil Budidaya Sendiri
2026-01-12 04:49:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 03:42
| 2026-01-12 03:17
| 2026-01-12 03:02










































