BGN Minta Kemenag Segera Koordinasi Pesantren agar Santri Terima MBG

2026-01-12 03:57:54
BGN Minta Kemenag Segera Koordinasi Pesantren agar Santri Terima MBG
JAKARTA, - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meminta Kementerian Agama (Kemenag) segera mengoordinasi pesantren-pesantren di berbagai pelosok Tanah Air agar menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG)."Sebab, saat ini persentase pesantren maupun santri penerima MBG masih sangat kecil," kata Nanik saat menerima kunjungan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i, di Kantor BGN, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis .Nanik menyampaikan, dari sekitar total 11 juta santri, baru dua persen yang menerima program MBG."Dari sekitar 11 juta orang santri dan 1 juta orang pengajar pesantren, baru dua persen saja yang sudah menjadi penerima manfaat MBG,” ujarnya.Baca juga: Wakil Kepala BGN: Dari 11 Juta Santri, Baru 2 Persen Terima MBGKemudian, dia mengungkapkan, BGN mendapat masukan beberapa anggota dewan terkait banyaknya pesantren yang belum mengelola dapur MBG saat Rapat Dengar Pendapat BGN dengan Komisi IX pekan lalu."Banyak pesantren-pesantren besar dengan santri di atas 4.000 ternyata belum punya SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” katanya.Apalagi, Nanik menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa pesantren adalah salah satu sasaran utama program MBG."Pak Prabowo sangat perhatian kepada pesantren, jadi jangan sampai pesantren-pesantren malah tidak jadi penerima manfaat MBG," ujarnya.Oleh karena itu, Nanik meminta Wamenag Syafi'i segera mendata dan mengoordinasi pesantren-pesantren, termasuk pesantren di wilayah terpencil.Baca juga: BGN Sebut Akan Ada Perpres yang Larang Pabrik Besar Jadi Suplier MBGSebab, pemerintah telah memerintahkan bank-bank Himbara untuk membantu pembangunan dapur MBG untuk pesantren di wilayah terpencil."Kalau untuk daerah terpencil, 100-200 penerima manfaat pun akan dilayani," kata Nanik.Menanggapi permintaan Nanik, Wamenag Syafi’i berjanji akan mengumpulkan pesantren-pesantren dari daerah ke daerah agar bisa segera menjadi penerima MBG dan memiliki dapur umum jika memang mampu."Imbauan Bu Waka akan segera saya tindaklanjuti. Saya akan undang pesantren-pesantren agar mendapat arahan BGN, sehingga mereka bisa segera menjadi penerima manfaat MBG," ujar Syafi’i.Baca juga: Prabowo Minta Lauk MBG Diganti Daging Sapi hingga Telur Puyuh Jelang NataruSebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana Rp 1,2 triliun per hari untuk menjalankan program MBG pada 2026.Dadan menyampaikan, BGN mendapatkan pagu anggaran senilai Rp 268 triliun dengan dana cadangan Rp 67 triliun pada tahun depan."Badan Gizi Nasional akan mengelola anggaran Rp 335 triliun untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia sehingga tahun depan InsyaAllah Badan Gizi Nasional akan menggelontorkan uang Rp 1,2 triliun per hari," kata Dadan dalam konferensi pers virtual SDGs, di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat pada 19 November 2025.Dadan menegaskan, anggaran tersebut akan langsung tersalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah untuk memenuhi asupan MBG bagi anak-anak.Untuk di wilayah Jawa, Dadan mengatakan, masing-masing SPPG akan mengelola uang Rp 900 juta. Sementara dana MBG di Papua akan jauh lebih besar."Jadi satu SPPG di Jawa itu mengelola uang Rp 900 juta per bulan. Kalau di Papua barangkali Rp 4 miliar per bulan," ujarnya.Baca juga: Wamenag Janji Tak Ada Santri yang Tertinggal Terima MBG


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-01-12 17:46