Seruan PKB atas Penanganan Bencana Sumatra: Gotong Royong, Jangan Saling Serang dan Menyalahkan

2026-01-11 02:33:02
Seruan PKB atas Penanganan Bencana Sumatra: Gotong Royong, Jangan Saling Serang dan Menyalahkan
Jakarta - Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Iman Sukri mengingatkan pentingnya persatuan dan gotong royong untuk penanganan pasca banjir di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut). Bukan malah saling melemahkan dalam mengatasi bencana."Persatuan dan gotong royong menjadi dua kata kunci dalam penanganan bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut, bukan malah saling melemahkan," ujarnya, Selasa (23/12//2025).Iman berkata, konsep gotong royong merupakan konsep sosial ajaran nenek moyang bangsa Indonesia. Zaman dahulu, kata dia, gotong royong dilakukan seluruh elemen, tanpa melihat pangkat dan jabatan. Semua bahu membahu untuk mencapai hasil yang diinginkan demi kepentingan bersama.Advertisement"Nilai gotong royong menjadi bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia yang melambangkan solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan. Untuk penanganan pascabanjir di Sumatera dan Aceh dibutuhkan gotong royong, semua elemen bergerak, tidak saling melemahkan," tuturnya.Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) itu, konsep sosial gotong royong mulai terlupakan. Padahal, ada empat kandungan penting dalam gotong royong. Pertama, mempererat tali persaudaraan, meringankan beban, meningkatkan kerukunan dan meningkatkan efisiensi."Melemahkan bukan konsep bangsa ini. Menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persatuan di tengah masyarakat itu baru konsep kita," kata Ahmad Iman.Dia mengingatkan bahwa para korban banjir dukungan moril dan materil. Iman mengaku tak ingin korban bencana disuguhi berita-berita yang membuat mental mereka ambruk."Saatnya seluruh elemen bersantu, jangan lagi saling serang, saling menyalahkan, saling merasa paling bisa membantu. Rendahkan ego kita semua untuk membantu saudara kita di Aceh, Sumbar dan Sumut," ucap Ahmad Iman Syukri.


(prf/ega)