PAMEKASAN, – Pasca kebakaran hebat di SDN Potoan Daya 2, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, siswa masih belajar di tenda darurat, Sabtu .Kebakaran sebelumnya terjadi pada Minggu malam , yang menghanguskan tiga ruang kelas dan satu ruang guru.Sejak saat itu, siswa sempat belajar di teras rumah warga sekitar Desa Potoan Daya.Kepala SDN Potoan Daya 2, Rusdi, menyampaikan bahwa kini siswa sudah belajar di dalam tenda darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)."Sejak beberapa waktu lalu, siswa belajar di dalam tenda darurat," kata Rusdi, Sabtu .Baca juga: Emosi Ibu Meledak Usai Anaknya Dianiaya Siswa SD: Saya Tak Terima, Hukum Pelaku Seberat-beratnyaTenda darurat menampung kelas I dan kelas II, yang disekat menjadi dua ruangan. Kelas I berjumlah 15 siswa, sedangkan kelas II ada 17 siswa."Kendalanya saat hujan saja. Air menggenangi bagian bawah tenda, sehingga siswa harus membuka sepatu," ujar Rusdi.Selain itu, kelas V dan VI belajar bersama di ruang perpustakaan, sementara kelas III dan IV tetap menggunakan ruang kelas masing-masing karena letaknya tidak sederet dengan gedung yang terbakar.Rusdi menegaskan proses belajar mengajar tetap berjalan normal meski kondisi belum ideal."Kalau hujan, air masuk dari bawah. Tapi siswa tetap bisa belajar," katanya.Para guru juga belum memiliki ruangan khusus dan masih menggunakan teras gedung kelas untuk istirahat."Untuk guru, belum ada ruangan. Kami masih duduk di luar ruangan untuk sementara waktu," ucap Rusdi.Rusdi berharap gedung sekolah yang rusak segera diperbaiki.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Mohamad Alwi, menyatakan pihaknya sudah mengajukan bantuan pembangunan ke pemerintah pusat."Semoga saja disetujui oleh pemerintah pusat. Kalau tidak, kami akan melakukan langkah-langkah lain," kata Alwi.Kebakaran yang terjadi pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, menghanguskan ruang guru dan menjalar ke tiga kelas. Dua kelas rusak parah, dan satu kelas mengalami kerusakan di bagian atap.Akibat kebakaran, sejumlah fasilitas sekolah seperti 15 Chromebook, proyektor, laptop, dan sound system ikut terbakar, dengan total kerugian mencapai Rp 300 juta.
(prf/ega)
Sebulan Sekolah di Pamekasan Terbakar, 32 Siswa Belajar di Tenda Darurat, Sebagian di Perpustakaan
2026-01-12 03:59:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 02:55
| 2026-01-12 02:34
| 2026-01-12 01:40
| 2026-01-12 01:33










































