Desa Sekumur Aceh yang Terisolasi: Di Antara Lumpur, Sampan, dan Bantuan Warga yang Bertahan

2026-01-12 05:29:59
Desa Sekumur Aceh yang Terisolasi: Di Antara Lumpur, Sampan, dan Bantuan Warga yang Bertahan
ACEH TAMIANG, - Tiga pekan telah berlalu sejak banjir bandang melanda wilayah Aceh Tamiang pada akhir November 2025.Namun, hingga kini, Desa Sekumur yang berada di wilayah hulu masih terisolasi akibat akses utama yang terputus.Jembatan penghubung dari Desa Babo dan Desa Rantau Bintang menuju Desa Sekumur rusak parah diterjang banjir.Akibatnya, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan sampan kayu untuk keluar masuk desa.Untuk mencapai titik penyeberangan, kondisi jalan pun belum sepenuhnya pulih.Lumpur tebal setinggi lebih dari 20 sentimeter masih menutup badan jalan.Mayoritas warga harus berjalan kaki karena tidak semua sepeda motor maupun mobil mampu melintasi jalur tersebut.Baca juga: Tiga Pekan Pasca-Banjir Aceh Tamiang: Desa Babo Masih Lumpuh, Listrik dan Sinyal TerputusPerjalanan Tim Kompas.com menuju Desa Sekumur dimulai dari posko pengungsian Gempong Bundar.Akses terdekat sejatinya melalui Desa Sekerak menuju Desa Rantau Bintang.Namun, banyak jembatan terputus sehingga satu-satunya jalur yang dapat dilewati adalah melalui Kecamatan Semadam, menuju Perkebunan Pulau Tiga, Desa Babo, lalu Desa Rantau Bintang.Waktu tempuh dari pusat Kota Aceh Tamiang ke Desa Babo mencapai lebih dari dua jam menggunakan sepeda motor.Setelah itu, perjalanan sekitar satu jam kembali ditempuh menuju Desa Rantau Bintang.Dari arah Desa Babo menuju pintu masuk Desa Sekumur, kondisi jalan kian memprihatinkan.Tebing di sisi kiri tampak longsor, sementara sisi kanan berupa jurang yang langsung mengarah ke Sungai Aceh Tamiang.Berkali-kali ban sepeda motor yang ditumpangi Tim Kompas.com selip akibat lumpur, memaksa kami turun dan berjalan kaki.Warga lokal yang mengantar berusaha sekuat tenaga mendorong sepeda motor menembus lumpur.Alhasil, sepeda motor yang sebelumnya digunakan terpaksa ditinggalkan di antara puing-puing rumah warga./Tria Sutrisna Warga melintas di antara tumpukan kayu yang dipotong dan ditata warga, untuk sampai ke pusat Desa Sekumur, Aceh Tamiang, Selasa .Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.Di tengah perjalanan, Tim Kompas.com bertemu Saiful, warga Rantau Bintang, yang hendak menjenguk orangtuanya di Desa Sekumur dengan berjalan kaki seorang diri.


(prf/ega)