Arus Logistik Tertekan, Pengusaha Kritik Aturan Penyeberangan Merak-Bakauheni

2026-01-15 18:56:58
Arus Logistik Tertekan, Pengusaha Kritik Aturan Penyeberangan Merak-Bakauheni
JAKARTA, - Kebijakan pengaturan penyeberangan Merak-Bakauheni kembali menuai sorotan.Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menilai kebijakan yang diterapkan saat ini belum cukup fleksibel dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan, sehingga menekan kelancaran distribusi logistik.Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menilai kebijakan pengaturan penyeberangan Merak-Bakauheni belum cukup fleksibel.Baca juga: Distribusi Pangan Segar Saat Nataru, KAI Logistik Andalkan KA Kontainer ReeferKOMPAS.COM/RASYID RIDHO Kepadatan kendaraan di dermaga 6 Pelabuhan Merak, Banten pada saat puncak arus balik Minggu .Bahkan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan, sehingga menimbulkan dampak serius bagi pengguna jasa, khususnya kendaraan logistik nasional.“Berdasarkan data dan fakta operasional di lapangan, yang terjadi saat ini bukan penyelesaian kemacetan, melainkan pemindahan kemacetan ke lokasi lain yang infrastrukturnya belum siap,” ujar Khoiri lewat keterangan pers, Minggu .Menurutnya, logistik merupakan urat nadi perekonomian nasional yang seharusnya mendapat perlakuan khusus, bukan dikorbankan demi menciptakan kesan lancarnya arus penyeberangan di satu titik tertentu.“Mengorbankan kendaraan logistik agar Pelabuhan Merak–Bakauheni terlihat lancar dan tanpa antrean bukanlah solusi. Itu adalah kelancaran semu yang justru menutup masalah sebenarnya,” paparnya.Baca juga: Antisipasi Lonjakan Arus Logistik Akhir Tahun, IPC TPK Buka Layanan TambahanGAPASDAP menilai persoalan klasik penyeberangan Merak-Bakauheni terus berulang setiap musim puncak dan belum ditangani secara struktural, meskipun masukan dari pelaku usaha telah disampaikan melalui jalur resmi kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).Di lapangan, antrean panjang, waktu tunggu yang tidak pasti, serta perubahan kebijakan secara mendadak disebut telah menimbulkan tekanan fisik dan psikologis bagi para pengemudi.ANTARA/Riadi Gunawan Suasana kepadatan kendaraan di area pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kondisi tersebut bahkan mulai menyentuh aspek kemanusiaan, terutama bagi pengemudi logistik yang harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.Khoiri juga mengkritisi kebijakan pengalihan kendaraan ke Pelabuhan BBJ dan Ciwandan yang dinilai belum mampu menggantikan fungsi pelabuhan utama.Baca juga: Volume Petikemas yang Ditangani Naik 13,32 Persen, IPC TPK: Indikator Arus Logistik di Pelabuhan Semakin Efisien“Pelabuhan utama penyeberangan Jawa-Sumatra adalah Merak-Bakauheni. Bukan BBJ dan bukan Ciwandan,” katnya.Pelabuhan Merak dan Bakauheni merupakan simpul strategis nasional yang terhubung langsung dengan Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.Dalam sistem transportasi nasional, jalur ini semestinya tetap menjadi tulang punggung utama arus logistik, terutama pada masa puncak pergerakan.Ia memandang pelabuhan alternatif seharusnya berfungsi sebagai pendukung, bukan dipaksakan menjadi pengganti utama tanpa kesiapan kapasitas dermaga, kapal, dan manajemen operasional yang memadai.Baca juga: Surabaya Perkuat Peran sebagai Hub Logistik Indonesia Timur, DHL Bangun Fasilitas Gateway Baru


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 17:56