Pemerintah Tebar Beasiswa D4-S1 untuk 150.000 Guru Tahun Depan

2026-01-16 15:29:05
Pemerintah Tebar Beasiswa D4-S1 untuk 150.000 Guru Tahun Depan
JAKARTA, - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan memberikan beasiswa untuk 150.000 guru di seluruh Indonesia pada 2026.Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebutkan, beasiswa itu diberikan kepada para guru untuk dapat memperoleh gelar diploma IV (D4) atau sarjana (S1)."Tahun depan kami akan memberikan kesempatan belajar untuk guru-guru yang belum D4 atau S1 untuk dapat menempuh studi S1 dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)," kata Abdul Mu’ti dalam acara Seminar Wisuda Universitas Terbuka di UT Convention Centre, Tangerang Selatan, Senin , dikutip dari Antara.Baca juga: Logo Hari Guru Nasional 2025, Ada 2 Link Download yang BerbedaMendikdasmen memaparkan pihaknya telah mengalokasikan beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester bagi 150.000 guru di seluruh Indonesia.Ia menyebutkan, metode beasiswa dengan sistem RPL dipilih agar nantinya pengalaman guru yang telah mengajar dapat diakui dan masuk ke dalam beban kredit untuk menyelesaikan studi S1."Guru diharapkan bisa meningkat kesejahteraannya kalau dia memenuhi kualifikasi S1, karena dengan dia S1 bisa ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG). Mudah-mudahan dengan kuliah PPG, (para guru) memenuhi persyaratan (untuk) dapat tunjangan sertifikasi," ujar Mu'ti.Baca juga: Logo dan Tema Hari Guru Nasional 2025, Ini FilosofinyaAbdul Mu'ti menyatakan, beasiswa ini akan dibuka untuk seluruh guru yang belum menyelesaikan studi D4/S1, melalui skema yang nantinya segera diumumkan.Program beasiswa ini juga diklaim menjadi bukti keberlanjutan dari program yang sudah berjalan, dengan 12.500 guru saat ini yang menjadi penerima manfaat."Dari sinilah kami berusaha untuk menata sistem dan kami berusaha untuk bagaimana agar inovasi-inovasi itu dapat memenuhi amanat konstitusi dan dapat menjadi pintu untuk kita membangun pendidikan berkualitas. Kami sadar betul pendidikan berkualitas itu dimulai dari guru-guru yang berkualitas dan pendidikan yang berkualitas itu juga ditentukan oleh sarana dan prasarana pembelajaran yang juga berkualitas," tutur Abdul Mu'ti.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-16 14:17