Konten Erotis, Mikro Drama, dan Pertarungan Ekonomi Baru

2026-02-07 17:29:52
Konten Erotis, Mikro Drama, dan Pertarungan Ekonomi Baru
DI TENGAH hingar bingar industri tontonan digital, kita semakin intens disuguhi soft porn (konten bernuansa erotis) —dari gestur sensual, pakaian minim, hingga dramatika romantis yang digarap secara eksplisit, tapi tetap berada di batas ambiguitas moral.Fenomena ini kurang pas jika dipahami sebagai persoalan degradasi nilai atau melonggarnya etika.Ada fenomena atensi ekonomi yang jauh lebih keras dan sistematis bekerja di baliknya: pertarungan memperebutkan perhatian di tengah ekonomi digital yang makin kompetitif.Pada saat bersamaan, industri baru bernama mikro drama —drama superpendek berdurasi 30 detik hingga tiga menit— menjamur di hampir seluruh platform global.Ceritanya dibangun seefektif mungkin: dramatis, provokatif, penuh konflik emosional, dan sering kali menampilkan visual menggoda.Itu semua demi satu tujuan: penonton terjerat untuk mengejar episode berikutnya, membeli kredit premium, atau berpindah ke aplikasi berbayar.Inilah ekonomi atensi dalam bentuk paling telanjang—setiap detik harus dikonversi menjadi klik, data, dan cuan.Baca juga: Drama China: Layar Kecil, Pengaruh BesarSosiolog Jerman Armin Nassehi (2019) menulis bahwa inklusivitas digital tak hanya menghamparkan ruang partisipasi publik, tetapi juga membuka ruang bagi logika persaingan yang tak pernah berhenti.Ruang digital, kata Nassehi, merupakan arena tempat semua bentuk ekspresi menemukan peluangnya, sekaligus menjadi komoditas yang harus bersaing untuk terlihat.Dalam konteks ini, unsur soft porn (kontem bernuansa erotis) dan mikro drama menjadi strategi mendulang cuan dari para kreator maupun perusahaan hiburan di dunia.Perubahan ini tak bisa dilepaskan dari platformisasi. Nieborg, Poell, dan Van Dijck (2019) menunjukkan bahwa budaya digital kini diatur oleh tiga logika utama: datafikasi, komodifikasi, dan tata kelola algoritmik.Platform tidak lagi sekadar medium; ia menjadi arsitek seluruh rantai produksi, distribusi, hingga monetisasi.Dalam logika ini, platform mendorong tontonan yang singkat, intens, mudah dikonsumsi, dan memicu respons cepat.Mikro drama adalah bentuk yang paling sesuai dengan desain ini. Dengan puluhan episode mini, setiap potongan cerita dapat diuji oleh algoritma untuk menentukan mana yang memiliki daya tarik tertinggi. Semakin tinggi retensi, semakin besar pula sorotan algoritmik yang diterima.Tekanan untuk “terlihat” inilah yang membuat batas estetika, etika, dan norma sosial makin tipis. Tidak mengherankan bila banyak mikro drama menegosiasikan ambang sensualitas agar tetap berada dalam koridor kebijakan platform, tapi cukup provokatif untuk memicu klik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-07 17:53