Sidang Prada Lucky di Kupang: Fakta Baru Kronologi Penganiayaan Terungkap

2026-02-04 01:29:53
Sidang Prada Lucky di Kupang: Fakta Baru Kronologi Penganiayaan Terungkap
– Sidang lanjutan kasus penganiayaan Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota TNI yang tewas akibat dianiaya senior dan atasannya, digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu .Sidang berkas perkara ketiga dengan nomor 42-K/PM.III-15/AD/X/2025 menghadirkan empat terdakwa, yakni Pratu Ahmad Ahda, Pratu Emeliano De Araujo, Pratu Petrus Nong Brian Semi, dan Pratu Aprianto Rede Radja.Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mayor Chk Subiyatno, dengan dua hakim anggota, Kapten Chk Dennis Carol Napitupulu dan Kapten Chk Zainal Arifin Anang Yulianto.Oditur Militer yang hadir adalah Letkol Chk Alex Panjaitan dan Letkol Chk Yusdiharto.Baca juga: Dokter Ungkap Hasil Rontgen Prada Lucky: Gagal Ginjal, Memar di Paru-paru dan Infeksi Berat di TubuhSaksi yang dihadirkan dalam sidang adalah Lettu Infanteri Rahmat, Komandan Kompi C. Dalam keterangannya, Rahmat menyebut dirinya diperintahkan menggelar apel saat Prada Lucky menjalani perawatan intensif di RSUD Aeramo pada 4 Agustus 2025."Perintah komandan kroscek siapa yang pukul. Setelah itu, kami apelkan dan kumpulkan semua organik kompi untuk jujur siapa saja yang pukul Prada Lucky," ungkap Rahmat.Hasil apel menunjukkan 17 anggota mengaku terlibat penganiayaan. Selanjutnya, pihaknya memisahkan pelaku yang mencambuk dengan selang dan yang memukul menggunakan tangan kosong.Baca juga: Hadirkan Lagi Saksi 2 Dokter dalam Sidang Prada Lucky, Hakim Singgung 2 Kali Rontgen di DadaDiketahui bahwa keempat terdakwa menganiaya Prada Lucky menggunakan tangan kosong pada 30 Juli 2025. Penganiayaan berlangsung dari tengah malam hingga subuh, sekitar pukul 04.30–05.00 WITA."Mereka mengaku mencambuk dan memukul. Semuanya berdasarkan pengakuan empat terdakwa," jelas Rahmat. Setelah pemeriksaan, semua pelaku dilaporkan ke pimpinan mereka untuk ditindaklanjuti. Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan.Baca juga: Ayah Prada Lucky Luapkan Kekecewaannya di Makam Anak: Saya Minta Pelaku Dihukum BeratTim kuasa hukum keluarga almarhum Prada Lucky dari Kantor Hukum Rikha & Partners mengajukan 10 saksi tambahan kepada Kepala Oditurat Militer (Odimil) Kupang dan Kepala Inspektorat Jenderal (Ka Otjen) TNI.Permohonan disampaikan Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.L.O., C.PIM., selaku pimpinan tim kuasa hukum, melalui surat resmi pada Selasa .Dalam suratnya, Rikha menjelaskan bahwa saksi tambahan dianggap penting dan perlu dihadirkan untuk memastikan proses hukum terkait kematian Prada Lucky berjalan transparan dan adil."Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih," tulis Rikha dalam surat yang ditujukan kepada kedua pejabat TNI tersebut.Baca juga: Saksi Prada Arnoldus Seran Dengar Suara Pukulan dari Tempat Prada Lucky Saat Sedang Tidur


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-04 00:51