Polisi Ungkap Peran Ayu dan Dimas dalam Kasus Penipuan WO Ayu Puspita

2026-01-12 16:04:57
Polisi Ungkap Peran Ayu dan Dimas dalam Kasus Penipuan WO Ayu Puspita
JAKARTA, - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengungkapkan peran yang dilakukan dua tersangka kasus penipuan Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita, yakni Ayu dan Dimas."A (Ayu) perempuan, dan D (Dimas) laki-laki. Yang mana perannya, yaitu A sebagai penanggung jawab dari semua kegiatan, kemudian D yang membantu melaksanakan seluruh kegiatan tersebut, yang aktif membantu," ungkap Erick saat ditemui wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa .Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso menjelaskan, A yan merupakan pemilik WO Ayu Puspita mengorganisir seluruh kegiatan, sementara D bertugas membujuk para pelanggan.Baca juga: Pemilik WO Ayu Puspita Diduga Iming-imingi Calon Pengantin dengan Promo Murah"D ini yang berperan aktif juga membujuk pada para korban untuk menambah jumlah DP-nya," jelas Onkoseno, Selasa.Ia menambahkan, modus yang digunakan WO Ayu Puspita adalah menawarkan paket pernikahan dengan harga promo.Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah layanan tidak dipenuhi meskipun klien telah membayar lunas."Ya itu, memberikan promo dengan harga yang lebih murah, pada kenyataannya tidak terlaksana," ucapnya.Selain para konsumen, sejumlah vendor juga melaporkan WO tersebut karena tidak menerima pembayaran.Polres Metro Jakarta Utara menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka. Polisi juga membuka kesempatan bagi korban lain untuk melapor.Baca juga: Cerita Calon Pasutri Beli Paket Pernikahan Rp 114 Juta ke WO Ayu PuspitaSebelumnya, sebanyak 87 orang melaporkan pemilik WO Ayu Puspita ke Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan penipuan dan penggelapan biaya resepsi pernikahan.Polisi telah menangkap lima orang dari pihak WO untuk dimintai keterangan terkait kasus yang tengah menjadi sorotan publik tersebut.Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Onkoseno Grandiarso mengatakan, laporan terus masuk sejak dugaan penipuan ini mencuat beberapa hari terakhir.“Yang laporan ke kami 87 orang yang terjadi di berbagai tempat. Kerugiannya masih kami kalkulasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin .Ia menjelaskan, pola dugaan penipuan yang dialami korban berkaitan dengan paket pernikahan yang yang dijanjikan pihak WO, tetapi tidak direalisasikan.“Dia (WO) menawarkan paket pernikahan, pada kenyataannya dia tidak memenuhi ketentuan itu,” kata Onkoseno.Baca juga: Jejak Penipuan WO Ayu Puspita, dari Pesta Gagal hingga Ratusan Korban MenggerudukTerkait dugaan bahwa pihak WO sempat menghilang dan sulit dihubungi, ia menyebutkan, hal tersebut masih dalam pendalaman penyidik.


(prf/ega)