JSI Hadirkan Ruang Publik Hijau untuk Kampanye Anti Kekerasan Berbasis Gender

2026-02-05 03:27:52
JSI Hadirkan Ruang Publik Hijau untuk Kampanye Anti Kekerasan Berbasis Gender
– PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan ruang publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui ruang publik flagship-nya, One Satrio, JSI menjadi tuan rumah kegiatan internasional “Team Indonesia & Team Europe – BIKE RIDE”, bagian dari kampanye global 16 Days of Activism – UNITE to End Digital Violence Against All Women and Girls, pada Sabtu .Kegiatan bersepeda tersebut melibatkan 300 peserta dari Tim Indonesia, Tim Eropa, perwakilan pemerintah, serta berbagai komunitas sepeda. Melalui aktivitas mobilitas aktif yang ramah lingkungan, kampanye ini mengajak publik mengenali dan menolak berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan digital yang semakin meningkat.Pemilihan One Satrio sebagai lokasi acara menegaskan perannya sebagai green urban activity hub di kawasan Golden Triangle Jakarta. Dengan fasilitas seperti jalur sepeda aman, pedestrian ramah pengguna, ruang hijau, dog park, open lawn, hingga running track, ruang publik ini dirancang untuk memperkuat budaya kota yang sehat, inklusif, dan berorientasi keberlanjutan.Baca juga: 5 Seruan Komnas Perempuan dalam Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan“One Satrio kami hadirkan sebagai ruang publik yang aman, inklusif, dan relevan bagi masyarakat urban. Menjadi tuan rumah kampanye 16 Days of Activism adalah kehormatan sekaligus wujud dukungan kami terhadap upaya penghapusan kekerasan berbasis gender maupun kekerasan digital,” ujar General Manager Commercial Property JSI Stella Kohdong dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu .JSI menilai bahwa ruang publik hijau memiliki peran strategis dalam memperkuat interaksi sosial positif, meningkatkan rasa aman, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan.Melalui BIKE RIDE, JSI turut mendorong gaya hidup rendah emisi dan mobilitas aktif. Infrastruktur yang disediakan One Satrio memperkuat pengalaman bersepeda yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi berkelanjutan.“Kami percaya, kota masa depan adalah kota yang memprioritaskan ruang terbuka, mobilitas aktif, dan desain yang menghubungkan manusia,” tambahnya.Baca juga: 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Plan Indonesia Desak Pengesahan RUU TPKSDukungan ini mendapat apresiasi dari Uni Eropa. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia mengatakan bahwa bersepeda adalah simbol kota yang sehat, aman, dan berkelanjutan.“Kami sangat menghargai kerja sama dengan JSI yang telah menyediakan ruang urban berkualitas untuk menyampaikan pesan penting tentang kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan berbasis gender,” ujarnya.Sebagai ruang publik berkonsep green urban design, One Satrio juga mendukung kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner, komunitas olahraga, dan industri kreatif. Aktivasi publik seperti kampanye ini memperkuat nilai sosial dan ekonomi kawasan, sekaligus menghadirkan pengalaman kota yang lebih humanis.Melalui “Team Indonesia & Team Europe – BIKE RIDE”, JSI menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengembang properti, tetapi sebagai penggerak budaya kota yang mengedepankan keberlanjutan dan kemanusiaan.“JSI tidak hanya membangun properti, kami mengkurasi kehidupan kota. One Satrio menjadi ruang yang mempertemukan komunitas lokal dan internasional, serta menunjukkan bagaimana ruang publik dapat menjadi pusat energi positif dan kolaborasi,” ujar Stella.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-05 01:08