Bupati Taput Minta Maaf Lempar Beras Bantuan dari Heli hingga Pecah

2026-02-05 04:28:06
Bupati Taput Minta Maaf Lempar Beras Bantuan dari Heli hingga Pecah
Video yang menampilkan warga Tapanuli Utara (Taput) mengais bantuan beras tercampur tanah karena bungkusnya pecah setelah dijatuhkan dari helikopter viral. Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat meminta maaf atas peristiwa itu."Saya Bupati Tapanuli Utara bersama pilot, kami pertama-tama meminta maaf kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara secara khusus masyarakat yang ada di Desa Manalu Purba, tepatnya di Hajorang," kata JTP Hutabarat dalam video yang dilihat, dilansir detikSumut, Rabu (3/12/2025).Peristiwa itu terjadi saat JTP Hutabarat memberikan bantuan di Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan. Saat itu, JTP Hutabarat menyalurkan bantuan ke daerah yang tak bisa dilewati via jalur darat. Dia mengatakan helikopter awalnya direncanakan mendarat di sebuah lapangan SD."Akan tetapi, ada satu kejadian yaitu tepatnya di Hajorang, bahwasannya kami memberikan bantuan setelah kami keliling-keliling, kami mau mendarat. Saya rencana mau turun menyapa masyarakat, saya melihat ada sekolah punya lapangan sehingga kita mempunyai target untuk mendarat di sana, saya mengajak pilot untuk mendarat di sekolah, kemudian pilot mencari untuk bisa mendarat," ucapnya.Namun saat di ketinggian 10-15 meter dari tanah, disebut ada kabel listrik di lapangan tersebut. JTP dan rombongan kemudian tetap menjatuhkan 10 karung beras ukuran 5 kilogram dari ketinggian itu karena takut warga kecewa.JTP Hutabarat kemudian mendengar ada warga yang bilang jika bantuan itu rusak karena dijatuhkan. Helikopter kemudian naik dan mencari landasan di sekitar lokasi.Simak selengkapnya di sini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 03:01