GPIB Immanuel Jakarta Tanpa Dekorasi Mewah, Wujud Empati bagi Korban Bencana

2026-01-16 16:52:50
GPIB Immanuel Jakarta Tanpa Dekorasi Mewah, Wujud Empati bagi Korban Bencana
JAKARTA, – Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta memilih merayakan Natal 2025 dengan nuansa sederhana.Alih-alih menghadirkan dekorasi meriah dan mewah, gereja yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, ini justru menampilkan ornamen Natal yang minimalis sebagai bentuk refleksi atas kondisi bangsa yang tengah dilanda berbagai bencana.Pantauan Kompas.com pada Kamis , dari bagian luar gereja, dinding putih bangunan tampak polos seperti hari biasa. Tidak banyak hiasan yang dipasang, selain sebuah banner bertuliskan “Selamat Hari Natal” yang terpasang di balik pagar dekat gerbang masuk gereja.Baca juga: Rayakan Natal, GPIB Immanuel Jakarta Siapkan Tenda Tambahan untuk JemaatDi pintu masuk gereja, tepat di pojok kanan, terdapat sebuah pohon Natal setinggi sekitar 1,8 meter. Sementara itu, di pojok kiri pintu masuk terpasang banner besar berwarna biru dengan tulisan “Selamat Natal 2025”.Selain banner, terdapat pula sekitar delapan hiasan bintang berwarna emas yang digantung tepat di atas pintu masuk gereja. Di area dalam gereja, sebuah pohon Natal setinggi sekitar dua meter ditempatkan di sisi kiri mimbar pendeta.Sementara itu, banner berwarna pink bertuliskan “Ibadah dan Perayaan Natal Jemaat” terlihat terpasang di balkon lantai dua gereja, tepat di atas area mimbar.Ketua V Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Immanuel Jakarta, Steve Loupatty, mengatakan Natal 2025 menjadi tahun kedua gerejanya tidak memasang dekorasi Natal secara berlebihan."Dari tahun lalu juga seperti itu, apalagi di tahun ini dengan keadaan bangsa dan negara kita, rakyat lagi seperti itu, maka kami mengusung kesederhanaan, bahkan sederhana sekali," ucap Steve saat diwawancarai di lokasi, Kamis.Adapun tema Natal yang diusung GPIB Jakarta tahun ini adalah “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan”.Baca juga: Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban BencanaSteve menjelaskan, tema tersebut merupakan tema sentral GPIB dan dipilih karena selaras dengan kondisi bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah.Tema itu diharapkan dapat menjadi refleksi positif bagi para korban bencana agar tidak putus asa serta tetap percaya bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan."Ini bisa jadi refleksi kondisi bencana yang terjadi di Sumatera bukan Sumatera aja, di Jawa Timur juga ada," tutur dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-16 16:27