Omoway, Motor Listrik Pintar Pertama RI yang Lakukan Uji Terowongan Angin

2026-02-01 03:07:51
Omoway, Motor Listrik Pintar Pertama RI yang Lakukan Uji Terowongan Angin
Omoway menjadi yang pertama di Indonesia yang memasukkan uji terowongan angin (wind tunnel testing) ke dalam proses penelitian dan pengembangan, sekaligus menetapkan standar baru untuk motor listrik pintar.Pengujian terowongan angin, yang selama ini umum digunakan di industri otomotif, jarang dilakukan pada kendaraan roda dua listrik karena memerlukan fasilitas mahal dan teknologi tinggi. Melalui uji angin ini, motor diuji dalam kondisi panas, lembap, angin kencang, dan berbagai simulasi cuaca ekstrem yang menyerupai lingkungan nyata di Indonesia. Hasilnya signifikan, efisiensi energi meningkat hingga 12%, kenyamanan berkendarabertambah, dan tekanan angin terasa 23% lebih ringan, membuat motor jauh lebih stabil dalam kondisi cuaca buruk. Namun, eksterior yang telah disempurnakan tetap terlihat stylish dan futuristis seperti sebelumnya-bahkan mungkin lebih baik lagi."Ini (wind tunnel test) butuh persyaratan teknologi dan peralatan yang tinggi, dan harganya luar biasa mahal. Hanya untuk satu kali tes, kami menghabiskan lebih dari Rp 2 miliar." ujar General Manager Omoway Indonesia, Yulong kepada detikcom beberapa waktu lalu.Selain uji terowongan angin, Omoway mencatatkan standar pengujian yang jarang dilakukan merek motor listrik lain. Setiap komponen diuji 50% lebih jauh dari standar industri, baik dari sisi waktu maupun jarak. Suspensi depan, misalnya, melalui lebih dari 30 kali pengujian daya tahan maksimal. Lebih dari 50 unit Omoway diuji setiap hari di jalanan ekstrem - dari lereng gunung berapi hingga rute pegunungan di Bali - untuk memastikan performa, ketahanan, dan keselamatan selalu optimal dalam berbagai kondisi."Filosofi Omoway simpel banget - semua soal orang. Kita percaya kalau motor pintar dan listrik itu masa depan roda dua," ungkap Yulong.Berbekal pengalaman puluhan tahun di industri otomotif dan kendaraan pintar, Omoway membawa standar auto-grade ke motor listrik. Mulai dari komponen berkualitas tinggi, fitur keselamatan layaknya mobil, hingga proses validasi yang jauh melampaui stand disemua kalangan industri.Untuk kenyamanan berkendara harian, Omoway merancang chassis depan double-wishbone dan chassis linkage di belakang yang telah dipatenkan. Struktur ini disesuaikan dengan karakter jalanan Indonesia, suspensi lebih responsif, motor lebih stabil, dan saat melakukan pengereman mendadak, badan pengendara tidak terdorong ke depan. Tak hanya itu, motor ini juga tahan air dan memiliki kemampuan menanjak yang kuat.Pengendara di Indonesia rata-rata menghabiskan minimal satu jam di motor setiap hari. Maka dari itu, Omoway hadirkan fitur kenyamanan yang benar-benar terasa, seperti menyesuaikan ketinggian jok dan teknologi self-balancing aktif di kecepatan rendah untuk kenyamanan saat macet, bermanuver, maupun saat berhenti. Omoway bukan sekadar 'motor listrik dengan baterai',tetapi jugasistem perangkat pintar yang dapat terus diperbarui, seperti OTA update, kunci digital, sistem persepsi 360°, anti-maling berbasis cloud, dan bantuan berkendara.Untuk performa jarak jauh, motor ini mampu menempuh lebih dari 150 km dalam penggunaan harian. Bagi pengguna yang ingin berkendara lebih jauh, tersedia stasiun pengisian daya di toko serta opsi charger pihak ketiga melalui aplikasi, membuat pengisian daya lebih fleksibel.Melihat lima tahun ke depan, Yulong mengatakan mobilitas cerdas akan semakin mengandalkan AI untuk keselamatan, software yang adaptif, serta konektivitas penuh antara kendaraan, pengendara, dan lingkungan."Kami ingin membangun masa depan berkendara yang lebih aman dan lebih cerdas untuk Asia Tenggara. Smart for Life," tutupnya.Dengan kombinasi desain futuristik, komponen berstandar otomotif, dan filosofi pengembangan yang berpusat pada manusia, Omoway siap menjadi pilihan utama motor listrik di Indonesia dan Asia Tenggara.[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-01 01:10