Eddy Soeparno Dukung Denpasar Jadi Daerah Wisata Berbasis Waste to Energy

2026-02-02 00:43:25
Eddy Soeparno Dukung Denpasar Jadi Daerah Wisata Berbasis Waste to Energy
Wakil Ketua MPR, RI Eddy Soeparno terus melanjutkan rangkaian pertemuan dengan para kepala daerah sebagai bentuk dukungan untuk penanganan sampah.Setelah bertemu antara lain dengan Walikota Bandung, Tangerang Selatan (Tangsel), Manado hingga Balikpapan, Senin (24/11), Eddy menemui Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah (IGN) Jaya Negara.Dalam kesempatan tersebut, Eddy menyampaikan dukungannya kepada Denpasar sebagai daerah wisata yang terus berbenah mengatasi masalah sampah sejak dari hulu hingga di hilirnya."Kota Denpasar bersama Makassar menjadi kota di luar pulau Jawa dan Sumatera yang mendapatkan prioritas dalam implementasi Waste to Energy (WTE). Tentu ini jadi bukti bahwa upaya pemerintah Denpasar menangani sampah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).Secara khusus Eddy juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal implementasi Perpres 109 tentang penanganan sampah menjadi energi untuk memastikan manfaatnya untuk daerah."Dengan tidak adanya tipping fee dan harga listrik yang mencapai 20 cent per kwh harapannya adalah waste to energy ini menarik bagi investasi dan penanganan sampah bisa dilakukan seiring dengan menghasilkan energi terbarukan," ungkapnya.Menurut Doktor Ilmu Politik UI ini, keberhasilan WTE di Denpasar nantinya bisa menjadi etalase percontohan bagi daerah wisata lain untuk menerapkan pariwisata bebas sampah dari hulu hingga ke hilir."Menyukseskan program WTE adalah satu hal tapi komitmen menyelesaikan masalah sampah di Hulu juga penting dilakukan. Kami mendorong 10 kota prioritas WTE tersebut menjadi percontohan untuk keberlanjutan penanganan sampah," tuturnya.Sementara itu, IGN Jaya Negara menyampaikan terima kasih atas kehadiran Waka MPR Eddy Soeparno ke Denpasar. Menurutnya, penanganan masalah sampah tidak bisa dilakukan sendirian dan merupakan kerja strategis dan kolaboratif pemerintah pusat dan daerah."Kami menyambut baik dukungan beliau Waka MPR yang terus melakukan pertemuan dan turun ke daerah mendukung kebijakan lingkungan di level kota. Ini langkah yang baik memastikan kolaborasi pusat-daerah untuk menyukseskan program prioritas beliau Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-01 23:01