Cerita Perantau Tangerang Pulang ke Cirebon, Ingat istri dan Anak yang Terendam Banjir

2026-01-12 04:21:15
Cerita Perantau Tangerang Pulang ke Cirebon, Ingat istri dan Anak yang Terendam Banjir
CIREBON, — Banjir yang masih merendam Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membuat Harun (38) tak tenang bekerja di perantauan. Buruh rongsok yang sehari-hari mencari nafkah di Tangerang itu memilih pulang ke kampung halamannya setelah mendapat kabar rumah serta istri dan dua anaknya terendam banjir.Genangan air setinggi 70 hingga 100 sentimeter masih merendam Blok Dua Desa Panguragan Kulon hingga Senin siang.Baca juga: Banjir Rendam 22 Desa di Kabupaten Cirebon, Lebih dari 6.500 Warga TerdampakRatusan rumah warga terendam, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi.Pantauan Kompas.com di lokasi, air juga masih menggenangi beberapa ruas jalan antardesa dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter.Di dalam rumah warga, genangan ketinggian air bervariasi hingga 50 sentimeter. Mereka terpaksa memindahkan sejumlah perabot ke tempat lebih tinggi.Baca juga: Banjir Meluas ke 20 Desa di Cirebon, BPBD Siaga Evakuasi WargaMereka bahkan memutus sambungan listrik sementara demi menghindari risiko tersengat arus.Harun menceritakan dirinya mendapatkan laporan hujan deras yang berkepanjangan sejak Sabtu pada malam. Tak banyak pikir, dia langsung memutuskan pulang ke Cirebon.Dalam perjalanan, ia meminta saudaranya untuk mengungsikan istri dan kedua anaknya, sekaligus membantu menyelamatkan perabot rumah tangga.Baca juga: Banjir Rendam Lima Kecamatan di Kabupaten Cirebon, Warga: Ini Tak Biasa..."Saya kerja di Tangerang, tapi pikiran enggak tenang kalau hujan deras, dan pasti banjir. Buktinya, ini sudah banjir yang keempat kalinya di tahun ini. Ongkos pulang pergi jadi berat,” kata Harun saat ditemui Kompas.com di rumahnya.Ia berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat segera memberikan solusi penanganan banjir, terutama saat musim hujan, agar warga tidak terus-menerus dilanda kecemasan.Kaur Perencanaan Desa Panguragan Kulon, Riyan Rizqi, mengatakan banjir ini berlangsung cukup lama sejak Minggu dini hari, hingga Senin siang ini.Baca juga: Kisah Menegangkan Abdul Salam Tersambar Petir di CirebonHal ini dipicu intensitas hujan yang tinggi, dan membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air yang tinggi."Di titik terparah, lebih dari 100 rumah warga terendam. Kami bersama perangkat desa dan tim gabungan berupaya mengevakuasi warga yang membutuhkan ke lokasi lebih aman,” kata Riyan saat ditemui Riyan di lokasi.Banjir di Cirebon terjadi sejak Minggu dan yang masih bertahan hingga Senin siang ini. Banjir ini membuat aktivitas warga tersendat dan sebagian masih bertahan di pengungsian sambil menunggu air surut.


(prf/ega)