431 Ribu Wisatawan Kunjungi Semarang Saat Libur Natal, Warga: Tetap Padat, Tapi Tak Lebay

2026-02-02 04:32:16
431 Ribu Wisatawan Kunjungi Semarang Saat Libur Natal, Warga: Tetap Padat, Tapi Tak Lebay
SEMARANG, - Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Tengah selama libur Natal, 20-28 Desember 2025.Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mencatat 431.754 wisatawan berkunjung ke Semarang. Warga menilai, Semarang sudah tepat untuk dijadikan tempat liburan.Meski padat, namun tidak berlebihan. Ayu (28), wisatawan dari Boyolali, menyebut berlibur ke Semarang merupakan keputusan yang tepat usai melihat kepadatan Yogyakarta yang ramai diperbincangkan di media sosial maupun media massa.“Pilih ke Semarang soalnya enggak serame Jogja kalau buat liburan akhir tahun. Walaupun tetep padat, tapi enggak lebay sampai bikin orang putus asa kejebak macet. Jogja udah dikunjungi 5 juta orang kabarnya, masa mau aku tambahin,” kata Ayu, saat berlibur di Semarang, Minggu .Baca juga: Olive Manor Semarang Jadi Destinasi Hits Nataru: Tawarkan Vibes Eropa hingga Balon UdaraSementara itu, dari 431 ribu wisatawan yang datang ke Semarang, sebanyak 310.224 wisatawan mendatangi Kota Lama Semarang dan 67.071 pengunjung berwisata ke Lawang Sewu.“Top lima kabupaten kota dengan DTW paling ramai itu, Kota Semarang, Klaten, Demak, Rembang, Surakarta. Ini yang Semarang Kota itu kunjungan wisatawan itu 431.754,” ungkap Kepala Disporapar Jateng Muhammad Masrofi di kantornya, Senin .Selain Semarang, juga ada daerah-daerah lain di Jawa Tengah dengan jumlah kunjungan wisatawan tinggi.Yakni Kabupaten Demak sebanyak 412.453 kunjungan, Kabupaten Klaten sejumlah 390.373 kunjungan, Kabupaten Rembang total 227.912 kunjungan, dan Kota Surakarta mencatat 214.770 kunjungan.Masrofi menegaskan, data tersebut hanya menghitung kunjungan ke destinasi wisata, tidak termasuk pusat perbelanjaan atau mal.Baca juga: Paling Diminati Saat Libur Nataru, Kota Lama Semarang Dikunjungi 310.224 WisatawanMasrofi menyebut, tingginya kunjungan di Semarang ditopang oleh sejumlah destinasi unggulan seperti Kota Lama, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, dan obyek wisata lainnya.Ia mengatakan, tingginya minat wisatawan ke Kota Lama tidak lepas dari proses revitalisasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.Akses masuk Kota Lama juga tidak memerlukan tiket masuk, sehingga wisatawan dapat berkeliling dan berswafoto tanpa biaya.Baca juga: 7,6 Wisatawan Kunjungi Kota Semarang, Ini Sejumlah Destinasi UnggulannyaSelain itu, letak Kota Lama yang berbatasan langsung dengan Stasiun Semarang Tawang membuat wisatawan dari luar daerah dapat menjangkau area tersebut dengan mudah.“Kota Lama sekarang sudah berbenah, fasilitasnya semakin baik, pencahayaan lebih terang, dan banyak kafe serta ruang publik yang menarik. Wisatawan datang untuk melihat sejarah, berfoto, dan menikmati suasana. Pembayarannya biasanya saat makan atau menikmati fasilitas lain,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 02:37