Direvitalisasi pada 2023, Pasar Ciputat Kini Sepi Pembeli dan Banyak Kios Tutup

2026-01-12 17:13:02
Direvitalisasi pada 2023, Pasar Ciputat Kini Sepi Pembeli dan Banyak Kios Tutup
TANGERANG SELATAN, - Pasar Ciputat yang sempat direvitalisasi pada 2023 terpantau sepi pada Senin .Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, hampir seluruh lapak di area dalam pasar tradisional tersebut tampak kosong, terutama di lantai dua dan tiga.Dua lantai itu sebelumnya diperuntukkan bagi pedagang pakaian. Namun, kini sebagian besar kios terlihat tutup tanpa kehadiran pedagang maupun pembeli.Baca juga: Link Antrean KJP Pasar Jaya Dibuka hingga 9 Desember 2025, Simak KetentuannyaKios-kios yang tersusun berjajar dengan ukuran sekitar 2x2 meter tampak tertutup rolling door. Tidak terlihat satu pun pedagang yang beraktivitas di lokasi tersebut./INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi lapak Pasar Ciputat, terutama bagian dalam pasar yang sepi dan tak ada penjual.Berbeda dengan dua lantai di atasnya, lantai dasar masih ditempati sejumlah pedagang, di antaranya penjual sayur, daging, dan kebutuhan harian.Meski demikian, suasananya tetap lengang. Hanya beberapa pedagang yang bertahan sembari menunggu pelanggan datang.Sementara itu, pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan justru tampak ramai. Banyak pembeli terlihat mendatangi lapak-lapak mereka.Salah satu pedagang sayur yang masih bertahan, Andri (65), mengatakan kondisi sepi sudah ia rasakan sejak dipindahkan ke lapak di dalam pasar pasca-revitalisasi pada 2023.Menurut dia, penurunan jumlah pembeli terasa sangat signifikan dibanding saat ia masih berjualan di pinggir jalan, sebelum pasar direvitalisasi.Baca juga: Ratusan Korban Penipuan Geruduk Rumah Pemilik WO, Tuntut Pertanggungjawaban“Sekarang kondisinya agak kurang karena enggak ada orang pembeli," ujar Andri saat ditemui Kompas.com, Senin.Salah satu kendala utama yang dirasakannya adalah posisi lapak yang tertutup bangunan kios sehingga tidak terlihat dari jalan raya./INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi lantai dua pasar Ciputat yang hampir seluruh kiosnya tutup. Tak ada aktivitas jual beli di sana.“Disangkanya di sini enggak ada pedagang, padahal banyak pedagang. Karena ketutup ruko, orang-orang lewat enggak ngerti kalau sini ada pasar,” jelas dia.Akibat kondisi tersebut, jam ramai pembeli kini sangat terbatas, yakni hanya pada dini hari hingga pagi.“Ramai dari jam 03.00 WIB sampai jam 10.00 WIB. Kalau sudah jam 11.00 WIB sampai sore enggak ada orang,” ujar dia.Kondisi ini berbeda jauh saat ia masih berjualan di pinggir jalan Pasar Ciputat.


(prf/ega)