Bengkulu Kirim Donasi Rp 4,3 Miliar dan 100 Ambulans ke 3 Wilayah Banjir Sumatera

2026-02-02 12:28:54
Bengkulu Kirim Donasi Rp 4,3 Miliar dan 100 Ambulans ke 3 Wilayah Banjir Sumatera
BENGKULU, - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melepas keberangkatan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Masjid Raya Baitul Izzah pada Selasa .Bantuan yang dikirim mencakup 100 unit ambulans, beras, sembako, makanan cepat saji, hingga pakaian layak pakai.Seluruh bantuan akan langsung disalurkan kepada masyarakat di lokasi terdampak melalui tim relawan yang telah dipersiapkan.Baca juga: Polres Aceh Tamiang Pastikan Mayat dalam Mobil Terendam Banjir HoaksDalam arahannya, Helmi mengingatkan para relawan untuk selalu mengutamakan keselamatan serta menjaga nama baik Provinsi Bengkulu selama bertugas.“Jangan kebut-kebutan, shalat tepat waktu, dan jaga nama baik Provinsi Bengkulu. Kendaraan dicek dulu, kalau ngantuk istirahat. InsyaAllah semuanya selamat, semuanya diberikan kebaikan dunia akhirat. Yang berangkat baik, yang didatangi juga baik,” tegas Helmi.Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi menjelaskan, tim relawan akan dibagi menuju tiga wilayah terdampak bencana, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.Selain menyalurkan bantuan logistik, tim juga akan membantu proses evakuasi di sejumlah titik.“Beras yang dibawa akan langsung dibagikan ke masyarakat. Di lokasi nanti, stok kebutuhan pokok juga akan kita tambah dengan membeli dari daerah setempat,” ujarnya.Ia menambahkan, Gubernur Helmi Hasan dijadwalkan turun langsung ke tiga provinsi tersebut untuk memimpin penyerahan bantuan di lokasi terdampak.“Bapak Gubernur hadir langsung untuk memastikan bantuan dari masyarakat Bengkulu diterima dan dirasakan manfaatnya oleh para korban bencana. Ini bentuk komitmen bahwa Bengkulu ikut mendampingi hingga proses pemulihan,” lanjutnya.Baca juga: Kengerian di Puskesmas Koto Alam: Orang Berlumpur Berdatangan, Mayat Pun JuaSelain dukungan logistik, kepedulian masyarakat Bengkulu juga terus mengalir melalui Baznas Provinsi Bengkulu.Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai Rp 4,3 miliar dan disalurkan secara bertahap untuk memperkuat penanganan pascabencana.Misi kemanusiaan ini turut diperkuat oleh personel Basarnas, Tagana Dinsos Provinsi Bengkulu, tenaga kesehatan, serta berbagai elemen relawan yang siap menjalankan tugas di lapangan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 12:18