Agar Tidak Salah Porsi, Ini Pedoman Isi Piringku Menurut Nutrisionis

2026-01-12 04:18:45
Agar Tidak Salah Porsi, Ini Pedoman Isi Piringku Menurut Nutrisionis
- Mengatur porsi makan sering menjadi tantangan tersendiri.Banyak orang merasa sudah makan “sedikit”, tetapi kalori yang masuk ternyata berlebih.Sebaliknya, ada pula yang menghindari karbohidrat sama sekali karena takut gemuk, padahal tubuh tetap membutuhkan energi setiap hari.Untuk membantu agar makan lebih sehat tanpa perlu menghitung kalori rumit, Kementerian Kesehatan memperkenalkan pedoman Isi Piringku.Menurut Nutrisionis RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Yudhi Adrianto, S.Gz, S.E., MKM, AIFO, pedoman ini adalah cara paling sederhana untuk menentukan porsi makan seimbang dalam satu kali sajian.“Isi Piringku itu menggambarkan bagaimana makanan seharusnya tersaji: seimbang, lengkap, dan sesuai kebutuhan tubuh,” ujarnya dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes RI, dikutip pada Senin .Baca juga: Pengalaman Diet Turun 17 Kg Dewi Niki, Hadapi Craving dengan RealistisKonsep Isi Piringku menggantikan panduan lama “4 Sehat 5 Sempurna”.Pendekatan baru ini menekankan proporsi makanan, bukan sekadar jenisnya. Artinya, bukan hanya apa yang dimakan, tetapi seberapa banyak porsinya dalam satu kali makan.Menurut Yudhi, piring orang dewasa idealnya diisi dengan:“Dengan pedoman ini, orang tidak perlu diet ekstrem. Kuncinya proporsi,” kata Yudhi.Menurut Yudhi, masyarakat Indonesia masih kekurangan konsumsi serat. Padahal, serat memiliki peran penting untuk mencegah obesitas, mengontrol gula darah, hingga menjaga kesehatan ginjal.“Serat membuat kenyang lebih lama, sehingga tidak cepat lapar dan tidak makan berlebihan,” jelasnya.Sayur dan buah juga kaya vitamin, mineral, serta antioksidan yang menjaga fungsi tubuh, termasuk ginjal yang sangat sensitif terhadap pola makan tinggi gula, garam, dan lemak.Baca juga: Tips Diet Intermittent Fasting untuk Asam Lambung Menurut Dokter Gambar Pedoman Isi Piringku Kementerian Kesehatan RI.Dalam konsep Isi Piringku, protein tidak harus selalu daging. Kombinasi antara protein hewani dan nabati penting agar asupan asam amino, zat besi, dan serat tetap seimbang.Protein hewani seperti ayam, ikan, telur, dan daging menjadi sumber zat gizi lengkap. Sementara protein nabati, tempe, tahu, kacang-kacangan—menyumbang serat dan lemak sehat.


(prf/ega)