Pramono Lantik 1.882 Pejabat Baru, Senator Fahira Idris Dorong Kinerja Berbasis RPJMD

2026-01-12 11:26:51
Pramono Lantik 1.882 Pejabat Baru, Senator Fahira Idris Dorong Kinerja Berbasis RPJMD
Jakarta - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan selamat atas pelantikan 1.882 pejabat baru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta oleh  Gubernur Pramono Anung dalam sebuah upacara di Halaman Balai Kota Jakarta, Rabu .Pelantikan ini mencakup pejabat administrator, pengawas, ketua subkelompok, pejabat fungsional, hingga 673 kepala sekolah negeri. Langkah ini dilakukan untuk menutup kekosongan jabatan dan tentunya memperkuat mesin birokrasi agar pelayanan publik semakin berjalan optimal.Senator Jakarta ini mengungkapkan, pelantikan ini bukan hanya peristiwa administratif, tetapi simbol keseriusan Pemprov DKI dalam menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan selaras dengan arah pembangunan Jakarta lima tahun ke depan.AdvertisementPelantikan ini juga, berlangsung pada momen yang tepat karena seiring dengan telah disahkannya RPJMD DKI Jakarta 2025–2029 yang menjadi peta jalan pembangunan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh warganya.“Pelantikan ini membuka babak baru. Dengan terisinya ribuan jabatan strategis, Jakarta kini memiliki energi baru untuk bergerak lebih cepat mewujudkan visi besar yang sudah tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Yang terpenting adalah bagaimana para pejabat yang baru dilantik benar-benar memahami arah pembangunan Jakarta dan menjadikannya pedoman dalam setiap langkah kerja,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Rabu .   


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-12 11:17