- Utang kerap secara perlahan mengendalikan kondisi keuangan seseorang. Beban cicilan dapat menekan anggaran dan membuat tujuan lain, seperti menabung dan berinvestasi, terasa semakin sulit dicapai.Padahal, Januari dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan penataan ulang keuangan. Perubahan kecil yang dilakukan sejak awal tahun berpotensi memberikan dampak besar hingga akhir tahun.Dikutip dari Yahoo Finance, Minggu , sejumlah pakar keuangan membagikan langkah praktis untuk mengurangi utang lebih awal dan menghindari beban yang berkepanjangan hingga 2026. Berikut lima langkah yang disarankan.Baca juga: Hari Ibu dan Tantangan Mengelola Keuangan Keluarga di Era DigitalSebelum mulai melunasi utang, penting untuk meninjau laporan kredit, terutama jika sudah lama tidak diperiksa. Hal ini disampaikan Melissa Cox, perencana keuangan bersertifikat (CFP) di Future-Focused Wealth, Dallas.“Anda tidak bisa memperbaiki sesuatu yang tidak Anda ketahui, dan menemukan kesalahan sejak dini dapat menghemat ribuan dollar AS,” ujar Cox.Dengan memeriksa laporan kredit di awal tahun, seseorang dapat mendeteksi kesalahan data yang merugikan, menemukan akun yang terlupa, mengetahui total utang secara menyeluruh, serta mengidentifikasi tagihan yang telah masuk penagihan.Laporan kredit gratis dapat diminta dari tiga biro utama, Equifax, Experian, dan TransUnion, melalui AnnualCreditReport.com.Saat meninjau laporan, perhatikan tanda peringatan seperti akun yang tidak dikenal, saldo yang keliru, keterlambatan pembayaran yang tidak pernah terjadi, atau akun yang seharusnya sudah ditutup.“Pastikan setiap akun tercatat dengan benar, terutama jika Anda pernah berganti pemberi pinjaman, pindah alamat, atau melakukan konsolidasi utang,” kata Cox.Sengketa atas kesalahan data memang tidak menghapus utang, tetapi dapat meningkatkan skor kredit dan membuka peluang mendapatkan suku bunga yang lebih rendah.Baca juga: Agar Tak Terjerat Utang, Ini Cara Bijak Menggunakan PinjolMelacak pengeluaran membantu menyoroti kebiasaan belanja yang sering dianggap wajar, seperti langganan bulanan yang terlupakan atau pengeluaran makan yang hampir menyamai biaya sewa.Joe Conroy, CFP dan pemilik Harford Retirement Planners di Maryland, mengatakan kebiasaan ini akan memperlihatkan pola belanja secara jelas.“Melacak pengeluaran secara alami akan mengubah kebiasaan belanja karena Anda tahu semuanya harus dicatat,” ujarnya.Kesadaran tersebut dapat mengubah perilaku tanpa harus menerapkan aturan anggaran yang terlalu ketat. Pelacakan menjadi penting dalam upaya mengurangi utang karena setiap kelebihan dana memiliki tujuan yang jelas. Tanpa kontrol, pelunasan utang akan selalu terasa sulit dicapai.“Ketika Anda tidak melacak pengeluaran, Anda hampir selalu membelanjakan lebih banyak dari yang Anda sadari,” kata Conroy. Pelacakan dapat dilakukan melalui aplikasi anggaran, spreadsheet, atau fitur bawaan dari perbankan.Baca juga: Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 92,9 Triliun, Jauh Lebih Besar dari Paylater
(prf/ega)
Utang Masih Menumpuk? Coba 5 Strategi Ini agar Keuangan Lebih Ringan
2026-01-12 04:46:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 05:14
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 03:54










































