JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto meminta utang yang kini ditanggung oleh PT KCIC dalam Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak dipolitisasi.Ia menyangka, ada pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan masyarakat sehingga kerap menyinggung kerugian Whoosh."Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak-pihak yang nggak tahu dari mana, yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat," kata Prabowo usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Momen Prabowo Naik KRL: Tap Kartu, Sapa Anker, Lalu ke Stasiun Tanah Abang BaruKepala Negara mengaku sudah mempelajari masalah utang tersebut. Ia pun berjanji akan bertanggung jawab atas masalah itu.Menurut Prabowo, semua sarana teknologi yang dihadirkan untuk kepentingan bersama adalah tanggung jawab pemerintah.Terdapat mekanisme public service obligation (PSO) di dalamnya."Jadi jangan khawatir. Saya sudah sampaikan, saya sudah pelajari masalahnya. Indonesia sanggup, dan itu wajar semuanya," tutur dia.Baca juga: Usai Jajal Naik KRL, Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang BaruOleh karenanya, ia meminta publik untuk tenang. Prabowo menekankan, Indonesia adalah bangsa yang kaya dan kuat sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan."Yang penting pemerintah sekarang tidak boleh lengah, tidak boleh dibohongi dan membiarkan orang yang mencuri kekayaan negara. Saya tidak akan ragu bersama tim saya kita buktikan kita akan menghemat, menyelamatkan, mencari semua sumber kekayaan dan kelola dan kembalikan ke rakyat," tandas Prabowo.Sebagai informasi, KCJB menghadapi beban utang yang cukup berat.KAI bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI).Baca juga: Jelang Peresmian, Presiden Prabowo Jajal KRL dari Manggarai ke Stasiun Tanah AbangDalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp 4,195 triliun sepanjang 2024.Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp 11,493 miliar per hari.Kerugian itu masih berlanjut tahun ini.Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp 1,625 triliun.Baca juga: Prabowo Tinjau Stasiun Manggarai, Sapa Anker yang Mau ke Tanah AbangSebagai pemimpin konsorsium, KAI memegang porsi saham terbesar di PSBI, yakni 58,53 persen, sesuai penugasan yang diberikan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.Selain KAI, pemegang saham lain PSBI adalah Wika dengan kepemilikan 33,36 persen, Jasa Marga sebesar 7,08 persen, dan PTPN VIII sebesar 1,03 persen.
(prf/ega)
Prabowo Minta Utang Whoosh Tak Dipolitisasi: Ada Pihak yang Mau Timbulkan Keresahan
2026-01-11 22:06:39
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:53
| 2026-01-11 21:15
| 2026-01-11 20:56
| 2026-01-11 20:45
| 2026-01-11 20:35










































