Sawah Puluhan Ribu Hektar Terdampak Banjir Sumatera, Mentan Pastikan Produksi Nasional Aman

2026-02-02 14:08:50
Sawah Puluhan Ribu Hektar Terdampak Banjir Sumatera, Mentan Pastikan Produksi Nasional Aman
JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memproyeksikan total luas lahan padi yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera mencapai 60.000 hektar (ha).Kendati demikian, ia memastikan gangguan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi nasional hingga akhir tahun.Berdasarkan data dari Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras periode Januari-Desember 2025 diprediksi meningkat 13,54 persen menjadi 34,77 juta ton. Sampai November 2025 realisasi sudah 33,19 juta ton. Angka ini melebih target yang ditetapkan sebesar 32 juta ton.Baca juga: Cetak Sawah Korban Banjir Sumatera, Kemenkeu: Anggaran TersediaAmran menyebut laporan kerusakan lahan padi yang sudah masuk sejauh ini berasal dari Sumatera Utara (Sumut), dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 33.000-40.000 hektar.“Yang terlapor, yang kena dampak itu yang fix ya, Sumatera Utara. Pertama waktu saya datang itu 33.000, perkiraan 40.000 hektar,” ujar Amran saat ditemui di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis .Terkait nilai kerugian, Amran menyebut rata-rata kerusakan lahan padi diperkirakan berada di kisaran Rp 18-20 juta, meski ia tidak merinci perhitungannya. Angka tersebut menggambarkan kerugian petani akibat tanaman rusak dan gagal panen akibat tingginya intensitas hujan yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.“Ya kali-kali lah, katakanlah sekarang biaya kurang lebih 19-18 juta ya, 20 juta,” paparnya.Meski begitu, Amran menegaskan bencana tersebut tidak akan mengganggu produksi padi nasional. Menurutnya, meskipun total lahan terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan mencapai 60.000 hektar, kontribusinya terhadap produksi padi nasional hanya sekitar 0,5 persen, atau kurang dari 1 persen.“Oh enggak, kecil. Kalau bayangkan totalnya nanti 60 ribuan hektar yang kena ya. Kalau 60 ribuan bagi 11 juta hektar, itu 0,5 persen, tidak cukup 1 persen,” beber Mentan.Mentan menegaskan persentase tersebut menunjukkan produksi padi nasional tetap aman.Baca juga: Nusron Wahid Minta Pengembang Stop Beli Sawah untuk PerumahanDari data BPS per 1 Desember 2025 melaporkan produksi padi di Provinsi Aceh sepanjang 2025 bisa mencapai 1.751.145,98 ton, Sumatera Utara mampu menghasilkan padi dengan volume 2.741.597,98 ton, dan Sumatera Barat sebesar 1.367.262,10 ton.Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan di lapangan, mempercepat pendataan kerusakan, serta menyiapkan langkah pemulihan agar petani terdampak dapat segera kembali berproduksi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 14:37