Bisakah Hewan Menggantikan Manusia sebagai Spesies Dominan Bumi?

2026-02-02 03:48:53
Bisakah Hewan Menggantikan Manusia sebagai Spesies Dominan Bumi?
- Membayangkan Bumi tanpa manusia mungkin terasa ganjil. Meski baru muncul dalam periode pendek sejarah planet ini, manusia telah mengubah hutan, laut, hingga atmosfer—meninggalkan “jejak manusia” di hampir seluruh permukaan bumi.Namun sejarah kehidupan menunjukkan satu hal penting: tidak ada spesies yang abadi. Memang menakutkan membayangkan masa depan tanpa manusia, tetapi di saat yang sama memunculkan rasa ingin tahu besar: apa—atau siapa—yang akan menggantikan kita?Profesor Tim Coulson dari University of Oxford telah bertahun-tahun meneliti biologi dan evolusi. Dalam bukunya The Universal History of Us, ia menelusuri perjalanan panjang kehidupan di Bumi dan membuat prediksi yang mengejutkan tentang masa depan.Salah satu gagasannya menekankan bahwa evolusi adalah “perubahan bertahap pada makhluk hidup dari waktu ke waktu agar semakin mampu beradaptasi dengan lingkungannya.”Ia menjelaskan bahwa “sebagian besar mutasi merugikan, tetapi sebagian kecil memberikan keunggulan untuk bertahan hidup atau bereproduksi.” Karena sifatnya diwariskan, mutasi yang menguntungkan ini akan semakin umum seiring generasi.Namun Coulson juga mengingatkan: “Kepunahan adalah akhir dari semua spesies, termasuk manusia—meskipun tentu kita berharap itu terjadi sangat lama dari sekarang.”Dari pemikiran inilah ia mulai bertanya: jika manusia lenyap, spesies apa yang paling mungkin mengisi posisi dominan yang kita tinggalkan?Baca juga: Jika Manusia Punah, Siapa yang Akan Menjadi Penguasa Bumi?Banyak ahli menduga primata akan menjadi pewaris alami manusia. Tetapi Coulson meragukannya. Ia menjelaskan bahwa primata sangat bergantung pada jaringan sosial yang rumit.Menurutnya: “Primata bergantung pada jaringan sosial yang kuat… Mereka melakukan aktivitas seperti berburu, merawat kelompok, dan bertahan, yang semuanya penting untuk kelangsungan hidup. Ketergantungan ini dapat membuat mereka kesulitan beradaptasi dengan perubahan ekologis yang ekstrem.”Karena itu, ia menganggap ada kandidat lain yang jauh lebih menjanjikan—dan jawabannya cukup mengejutkan.Baca juga: Apa yang Akan Terjadi pada Bumi jika Manusia Punah?Coulson mengusulkan bahwa gurita mungkin menjadi penerus dominasi manusia di Bumi.Mengapa gurita? Ia menyebut hewan ini luar biasa cerdas dan sangat adaptif.“Kemampuan mereka memecahkan masalah kompleks, berkomunikasi menggunakan kilatan warna, dan memanipulasi objek menunjukkan bahwa—dengan kondisi lingkungan yang tepat—mereka dapat berevolusi menjadi spesies yang membangun peradaban.”Ia juga menambahkan: “Struktur neural mereka yang maju, sistem saraf terdesentralisasi, dan kemampuan problem-solving yang mengagumkan membuat beberapa spesies gurita cocok untuk dunia yang tidak terduga.”Kecerdasan gurita telah sering dibuktikan. Beberapa gurita bahkan dikenal iseng dan kreatif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-02 03:28