Hujan Deras Picu Banjir Bandang Serentak di Kalsel, Belasan Ribu Warga dan Ribuan Rumah Terdampak

2026-01-16 14:06:00
Hujan Deras Picu Banjir Bandang Serentak di Kalsel, Belasan Ribu Warga dan Ribuan Rumah Terdampak
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, melaporkan dampak signifikan akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.Sebanyak 10.949 jiwa dilaporkan terdampak, sementara 3.511 unit rumah terendam banjir di 27 desa yang tersebar pada tujuh kecamatan.Banjir ini menjadi salah satu kejadian hidrometeorologi terparah yang dialami Kabupaten Balangan dalam beberapa tahun terakhir.Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 3 Januari 2026.Baca juga: Banjir Rendam 3 Kecamatan di Balangan Kalsel, Rumah dan Fasilitas Umum TerdampakPenetapan status ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.Ia menjelaskan bahwa rumah warga di desa-desa tersebut mengalami kerusakan dengan tingkat sedang hingga berat.Yulianor memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana banjir di seluruh wilayah terdampak di Kabupaten Balangan.Baca juga: Banjir Bandang Terjang Balangan, BPBD Catat Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan Terdampak “Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa di semua lokasi banjir,” tuturnya.Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Yulianor menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung dari tengah malam hingga pagi hari.Selain Kabupaten Balangan, banjir juga melanda sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan dalam waktu yang hampir bersamaan. Sebelumnya, banjir tercatat terjadi di Kabupaten Balangan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat .Baca juga: Motif Cinta Segitiga, Begini Kronologi Pembunuhan Mahasiswi ULM oleh Oknum Polisi di KalselCurah hujan tinggi menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian muka air mencapai sekitar satu meter.Dampak banjir meluas di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tebing Tinggi, delapan desa di Kecamatan Awayan, serta tiga desa di Kecamatan Halong. Dalam peristiwa ini, sebanyak 102 kepala keluarga atau 264 jiwa terdampak, serta dua akses jalan penghubung antar desa ikut terendam.Banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Sabtu sekitar pukul 15.02 WITA. Sedikitnya empat kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Loksado terdampak akibat luapan air.Berdasarkan pendataan BPBD setempat, sebanyak 2.946 unit rumah terendam banjir. Hingga kini, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak sembari menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga.Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Rental, Innova dari Pemalang Dijual Rp 75 Juta ke Kalsel


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 13:26