Puncak Hujan Meteor Orionid 28 November, Jam Berapa? Cek Infonya!

2026-01-16 06:12:52
Puncak Hujan Meteor Orionid 28 November, Jam Berapa? Cek Infonya!
Hujan meteor Orionid kembali menjadi salah satu fenomena astronomi yang dinantikan pada akhir November. Informasi mengenai waktu puncak dan cara terbaik untuk mengamatinya penting untuk disimak agar tidak terlewat.Berikut penjelasan mengenai puncak hujan meteor Orionid pada tanggal 28 November 2025, lengkap dengan tips untuk mengamatinya.Menurut laman astronomi In The Sky, hujan meteor Orionid akan mencapai fase maksimum pada malam tanggal 28 November 2025. Fenomena ini diperkirakan berada pada titik puncak saat rasi Orion berada cukup tinggi di langit sehingga meteor lebih mudah terlihat.Fase maksimum terjadi ketika aktivitas meteor mencapai tingkat tertinggi dalam satu malam pengamatan. Pada momentum ini, pengamat berpeluang melihat lebih banyak meteor yang melintas dengan kecepatan tinggi. Kondisi langit cerah menjadi faktor pendukung agar jumlah meteor yang tampak lebih optimal.Hujan meteor Orionid berasal dari sisa debu komet Halley yang tertinggal di jalur orbitnya. Ketika Bumi melintasi alur partikel tersebut, gesekan dengan atmosfer menghasilkan kilatan cahaya yang tampak seperti meteor. Peristiwa ini terjadi setiap tahun dan memiliki pola yang cukup konsisten.Fenomena Orionid dikenal memiliki meteor yang cepat dan terang. Dalam informasi yang dijelaskan pada sumber tersebut, meteor Orionid sering memperlihatkan jejak cahaya yang memanjang beberapa detik. Sumber radian peristiwa ini berasal dari area di dekat bintang Betelgeuse di rasi Orion yang muncul di langit bagian timur saat malam menjelang dini hari.Agar pengalaman mengamati lebih optimal, berikut beberapa tips yang dapat diikuti saat puncak hujan meteor.Lihat juga Video: Hujan Meteor Orionid, Waktu Terbaiknya 22 Oktober 2023[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-01-16 05:09
#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-16 05:09