JAKARTA, - Pelaku usaha ritel menilai tingginya harga dan minimnya kelengkapan produk di dalam negeri menjadi alasan utama konsumen kelas atas alias orang kaya memilih belanja di luar negeri, alih-alih berbelanja di pusat perbelanjaan domestik.Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, memandang kecenderungan tersebut tidak lepas dari kondisi harga dan kelengkapan produk di dalam negeri yang dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan konsumen berdaya beli tinggi.“Karena sekarang banyak sekali orang keluar negeri berbelanja dikarenakan barang kita mungkin mahal atau kurang lengkap,” ujar Budihardjo di sela-sela gelaran Seremoni Pembukaan BINA Indonesia Great Sale 2025- Wisata Belanja Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis .Baca juga: Ada Fenomena Rojali, Ternyata Orang Indonesia Malah Dikenal Suka Belanja di Luar NegeriDok. Unsplash/charlesdeluvio Ilustrasi belanja.Menurutnya, kelompok kelas menengah hingga atas sulit ditahan untuk bepergian ke luar negeri karena aktivitas jalan-jalan atau berwisata merupakan pilihan pribadi yang tidak bisa dibatasi.Namun, yang masih dapat diupayakan adalah menahan pola belanjanya agar tidak dilakukan di luar negeri.Dengan demikian, meskipun masyarakat tetap bepergian ke luar negeri, pengeluaran untuk belanja diharapkan dapat dialihkan ke dalam negeri, sehingga uang tidak seluruhnya mengalir keluar dan aktivitas konsumsi tetap memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.“Kelas menengah sudah, yang kita tahan tuh di sini, mereka sudah berangkat jalan-jalan, kita harapkan jangan belanja di luar, mereka jalan-jalan ya sudah nggak bisa kita tahan, belanjanya jangan, itu mereka masih bagus,” paparnya.Baca juga: 10 Juta Orang Kaya Belanja di Luar Negeri, RI Kehilangan Rp 324 TriliunBudihardjo menilai, dengan dukungan kebijakan yang lebih baik, produk-produk yang dibutuhkan dan dicari konsumen dapat tersedia lebih lengkap di Indonesia, baik dari merek lokal maupun global.Ketersediaan tersebut juga mencakup ragam makanan, mulai dari kuliner Indonesia hingga makanan luar negeri, selama seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.
(prf/ega)
Konsumen Kelas Atas Pilih Belanja di Luar Negeri, Peritel Akui Barang Lokal Masih Mahal
2026-01-12 05:12:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:25
| 2026-01-12 04:06
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:43
| 2026-01-12 03:21










































